Rabu, 9 Oktober 2019 22:16

Hebat! Pria Tamatan SD di Bengkalis Ini Mampu Ciptakan Sembilan Pesawat Tanpa Awak

Meskipun tamatan SD tidak menghalangi seseorang berkarya luar biasa. Autodidak Andi, mampu menciptakan pesawat tanpa awak untuk pemotretan dan pemetaan wilayah.

Riauterkini-BENGKALIS- "Ada niat, ada minat, jadi!" Inilah moto yang diucapkan Mariandi (35), warga Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis, ketika ditanya mengapa bisa menciptakan pesawat tanpa awak dengan teknologi canggih.  "Habibie" asal Bengkalis.

Tidak tanggung-tanggung pria yang akrab disapa Andi ini, mengaku hanya lulusan sekolah dasar (SD) di Bengkalis dan putus sekolah ketika melanjutkan ke madrasah tsanawiyah (MTs). Tangannya sudah mampu merakit sebanyak sembilan unit pesawat tanpa awak dengan berbagai ukuran dan model.

Karya yang ke sembilan Andi berukuran lebar dua meter, dengan sebutan "Capung Air" telah mengudara dan digunakan untuk memotret gambar serta melakukan pemetaan. 

Keinginan yang kuat Andi menciptakan pesawat tanpa awak sendiri ini, berawal dari menyalurkan hobi dan rasa penasaran. Sebagai pekerja buruh dan mencari rezeki di negeri jiran Malaysia beberapa tahun lalu, Andi menyaksikan pengoperasian pesawat tanpa awak digunakan untuk menyirami tanaman.

"Bekerja di Malaysia saya melihat ada yang menggunakan pesawat tanpa awak untuk menyirami tanaman di kebun. Dari sanalah timbul niat dan minat dan penasaran untuk mengetahui teknologi seperti itu dengan belajar sendiri," terangnya.

Setelah pulang ke Bengkalis, ayah dari satu orang anak ini kemudian belajar secara autodidak atau belajar sendiri dengan melihat video-video tutorial di media sosial (medsos) pembuatan pesawat tanpa awak. Kemudian dengan secara bertahap mulai membeli peralatan satu-persatu untuk dirakit menjadi pesawat tanpa awak.

"Ketika itu mulai ada keinginan, belajar sendiri, beli mesin dan alatnya," ungkap Andi.

Hasil kerja kerasnya mulai membuahkan hasil sekitar lima tahun lalu. Andi mampu menciptakan satu pesawat tanpa awak dengan rakitan tangannya sendiri dan mengudara masih dengan bantuan remote kontrol. Hingga karyanya yang terakhirnya saat ini sudah ada sembilan unit.

Luar biasanya, dari autodidaknya itu, Andi juga sudah mampu "menjual" hasil karyanya ke Kalimantan dan Jakarta.

Pesawat tanpa awak miliknya, "Capung Air" yang dibuat terakhir Andi, sudah dirakit sejak dua tahun lalu bahkan sudah terbang puluhan kilometer di langit Pulau Bengkalis melakukan pemotretan dan pemetaan sejumlah desa.

"Bahannya seperti mesin dan alat lainnya kami beli dari luar negeri, paling dekat dari Malaysia. Yang paling jauh biasanya langsung pesan dari China. Sementara untuk body dan sayap pesawat dibuat dengan mengunakan styrofoam atau busa yang dilapisi bahan khusus lain yang dibuat sendiri," sebutnya.

Menciptakan pesawat tanpa awak ini Andi juga sempat mengalami kegagalan. Namun dia terus berusaha dan akhirnya berhasil terbang. Terus mengembangkan ilmunya untuk mengembangkan pesawat tanpa awaknya. Sekitar dua tahun terakhir berhasil membuat pesawat yang bisa dimanfaatkan untuk memotret dan pemetaan wilayah.

Menurut dia, pesawat untuk foto pemetaan ini diciptakannya saat dipercaya untuk membuat melakukan pemetaan desa. Setelah mendapat tawaran untuk memetakan desa dengan mengunakan pesawat lewat udara.

"Tawaran inilah kami manfaatkan buat pesawat pemetaan, dengan modal dari desa yang menawarkan pembuatan pemetaan ini," jelasnya turut didampingi Ahli Teknik Sipil, Hendra Saputra.

Dirinya belajar sendiri sampai paham dan mulai membuat pesawat pemetaan ini. Dengan ukuran pesawat sekitar dua meter ini, Andi melengkapi semua peralatan mesin dan kamera serta alat navigasi khusus. 

Baterai yang digunakan untuk "Capung Air" berkapasitas 16.000 MAH mampu menerbangkan pesawat lebih dari satu jam.

"Sampai hari ini dirinya sudah memetakan tiga desa melalui udara dengan alat ini.  Diantaranya pemetaan Desa Sederak, Kecamatan Bengkalis,  Desa Sebauk dan Desa Sungai Alam. Ini dalam waktu dekat kita juga akan lakukan pemetaan untuk Desa Air Putih," jelasnya.

Selain untuk pemetaan, dirinya berharap pesawat ciptaannya bisa bermanfaat lain untuk kepentingan umum. Terutama untuk pemantauan udara titik panas maupun titik api kebakaran lahan dan lain-lain. 

"Kalau pihak terkait mau memanfaatkan untuk pemantauan kebakaran kita mau membantunya," imbuhnya.***(dik)

Foto : Andi, tamatan SD memperlihatkan pesawat tanpa awak ciptaannya sendiri hasil autodidak dari tutorial medsos.


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang