Rabu, 9 Oktober 2019 13:04

Ulama Riau Dukung Kapolda Riau Terapkan Kesantunan Budaya Melayu

Rencana Kapolda Riau terapkan kesantunan Budaya Melayu terus diapresiasi. Kalangan ulama memberi dukungan.

Riauterkini - PEKANBARU - Dukungan MUI Riau ini disampaikan melalui Sekretaris MUI Riau, Zulhusni Domo yang mengapresiasi pendekatan Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi untuk mengadopsi nilai-nilai budaya Melayu dalam memimpin satuannya. 

"Kapolda Riau yang baru ini mencoba untuk mengadaptasi budaya Melayu, sangat bagus. Kami mendukung dan memang seharusnya seperti itu," Terangnya kepada riauterkini.com, Rabu (09/10/19).

Zulhusni berharap Irjen Pol Agung yang resmi memegang tongkat komando sebagai Kapolda Riau sepekan terakhir ini dapat memperbaiki citra kepolisian dimasa mendatang. Menurutnya, sejumlah tindakan oknum kepolisian dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang berujung tindakan represif beberapa waktu terakhir bisa menghilangkan kesan-kesan kekerasan yang telah terjadi. 

Ia juga mencatat sebelumnya Polda Riau pernah dipimpin oleh Kapolda yang menerapkan nilai-nilai budaya Melayu dan Islam dengan baik. Yakni saat dipimpin oleh Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang memimpin Polda Riau pada 2016-2017 silam. Dia berharap Irjen Pol Agung dapat menerapkan kinerja positif Kapolda Riau sebelumnya yang dekat dengan umat muslim dan masyarakat Melayu. 

"Irjen Pol Zulkarnain terdahulu itu menerapkan polisi rahmatan lil Al-Amin, dan bapak Kapolda Riau yang baru semoga bisa menerapkan itu sehingga kesan kekerasan bisa dihilangkan," ujarnya. 

Sementara, Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Riau Rusli Effendi menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik rencana Kapolda Riau untuk mengadopsi nilai budaya Melayu. Dia mengatakan bahwa budaya Melayu lekat dengan nilai-nilai keislaman serta menghargai adat istiadat dan toleransi. 

"Kita sambut baik dan berikan apresiasi pernyataan yang disampaikan Kapolda Riau, Pak Agung bahwa dalam rangka adopsi budaya Melayu. Melayu itu kan mudah mengurusnya, menghargai baik sisi adat, toleransi, dan budaya," jelasnya. 

Dia juga berharap agar Kapolda Riau dapat merangkul tokoh agama di Bumi Lancang Kuning tersebut sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut dia, menjaga kedamaian tidak bisa hanya dilakukan oleh seorang Kapolda, atau hanya Gubernur maupun pimpinan lainnya secara tersendiri. Namun, harus dilakukan dengan cara sinergitas yang baik. Pada akhirnya, dia berharap langkah-langkah itu juga berdampak besar terutama dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menjadi masalah klasik di Bumi Melayu.***(rul


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang