Selasa, 8 Oktober 2019 21:12

Pelaku Cabuli Anak SD di Bengkalis Terancam 15 Tahun Penjara

Satu tersangka dugaan pencabulan terhadap seorang anak SD dilimpahkan ke JPU. Jaksa sedang siapkan dakwaan, pelaku terancam penjara maksimal 15 tahun.

Riauterkini-BENGKALIS- Seorang pelaku diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap pelajar sekolah dasar (SD) segera disidang.

Pelaku merupakan oknum mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis atau tahap dua.

Perkara ini dilakukan tersangka di salah satu desa di Kecamatan Bengkalis, dan dilaporkan pada pihak kepolisian Agustus 2019 yang lalu.

Pelimpahan berkas sekaligus tersangka diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Eriza Susila, SH pada Selasa (1/10/19) pekan lalu.

Menurut Eriza, saat ini pihaknya sedang menyiapkan berkas dakwaan terhadap satu tersangka berinisial R alias S (20), merupakan tetangga korban sendiri, untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis untuk menjalani sidang.

Menurut Eriza, kasus ini sebelumnya dilaporkan tiga orang pelaku, namun hanya bisa dilanjutkan ke proses hukum hanya satu pelaku karena dua orang diduga pelaku pencabulan lainnya terbentur aturan peradilan anak, karena masih pelajar di salah satu sekolah dasar (SD).

"Sudah dilimpahkan ke kami, dan untuk segera menjalani sidang. Memang ada tiga tersangka yang melakukan pencabulan itu. Perbuatan cabulnya ini terpisah, namun yang bisa naik ke proses hukum hanya satu, sementara dua lagi karena dibawah umur sanksi yang diberikan diserahkan kepada pihak keluarga dan kepala desa setempat," ungkapnya kepada sejumlah awak media, Selasa (8/10/19) siang tadi.

Tersangka R yang sudah dilimpahkan, saat ini sudah dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis. 

Tersangka R terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara minimal 5 tahun penjara denda Rp2 miliar sesuai dengan Pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak.

Dari berkas yang diterima pihak JPU perbuatan cabul dilakukan tersangka R bukan pertama kali. Bahkan sebelumnya pernah dilakukan juga dengan korban yang sama.

"Namun saat itu diselesaikan dengan kekeluargaan. Dimana didamaikan, kemudian ini yang kedua dan keluarga korban memutuskan untuk melaporkan ke kepolisian," tutup Eriza.***(dik)




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang