Selasa, 8 Oktober 2019 19:54

Polda Riau Tetapkan Tersangka Terhadap Dua Pimpinan PT SSS

Kepolisian Daerah Riau menetapkan dua pimpinan PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS). Yakni EDH selaku Direktur Utama dan AOH yang menjabat sebagai Manager Oprasional.

Riauterkini - PEKANBARU - Setelah sebelumnya diinformasikan bahwa Polda Riau telah menahan pimpinan PT SSS yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polda Riau akhirnya memberikan keterangan resminya melalui siaran pers yang dilaksakan pada Selasa (08/10/19) di Ditreskrimsus Polda Riau.

Dalam giat tersebut, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan pihaknyabtelah menetapkan dua tersangka dari pihak PT SSS itu. Diantaranya yakni EDH selaku Direktur Utama dan AOH yang menjabat sebagai Manager Oprasional.

"Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau telah melakukan penyidikan secara profesional sehingga akhirnya menetapkan status tersangka kepada dua tersangka korporasi PT SSS ini. Satu tersangka An EDH, sesuai perintah Undang Undang, yang mewakili perusahaan tidak dapat ditahan dan satu tersangka An AOH telah di tahan" ujarnya.

Sementara, Direskrimsus Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi mengatakan bahwa pada hari Sabtu 23 Februari 2019 sekira jam 13.00 Wib terlihat adanya titik api di areal Perkebunan PT. SSS yang berada di Blok I 43. Upaya pemadaman yang tidak dapat dilakukan secara maksimal sehingga menjalar ke areal blok lainnya.

"Dalam pemeriksaan oleh Penyidik di Direktorat Reskrimsus Polda Riau, saksi ahli menyatakan bahwa terdapat bukti telah terjadi kelalaian oleh korporasi yang menyebabkan kebakaran lahan hingga mencapai luas sekitar 155,2 HA," Katanya.

Menurut Andri bahwa hotspot yang terus bergerak dari hari ke hari, baik yang melanjutkan hotspot dari hari sebelumnya maupun timbulnya hotspot baru di lain petak memastikan bahwa upaya pengendalian kebakaran yang dilakukan oleh PT. SSS nyaris hampir tidak dilakukan. Kalaupun ada, diduga dilakukan ketika api akan menuntaskan pembakaran yaitu setelah menghanguskan isi petak yang telah ada dan menghanguskan petak selanjutnya.

"Sesuai keterangan saksi ahli yang kami minta, menyebutkan bahwa kelalaian perusahaan dalam memadamkan api benar benar telah terjadi," Tutupnya***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang