Senin, 7 Oktober 2019 19:22

BPS Catat NTP Naik, Petani Riau Defisit

NPT Riau bulan September sebesar 95,39. Perubahan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,67 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau di bulan September sebesar 95,39. Jumlah tersebut naik sebesar 2,04 persen dibanding NTP Agustus 2019 sebesar 93,48. 

"Kenaikan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,67 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar -0,36 persen," jelas Misfaruddin.

Menurutnya, NTP September 2019 sebesar 95,39 dapat diartikan bahwa petani secara umum mengalami defisit. Defisit ini terutama terjadi pada petani sub sektor tanaman pangan (NTPP=99,51), sub sektor peternakan (NTPT=97,78), perkebunan rakyat (NTPR= 91,68).

"Sementara itu, subsektor yang mengalami surplus adalah sub sektor perikanan (NTNP=111,74) dan subsektor hortikultura (NTPH=101,02)," ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, kenaikan NTP di Provinsi Riau pada bulan September 2019 terjadi hanya pada satu subsektor penyusun NTP yakni subsektor tanaman perkebunan rakyat dengan kenaikan NTP sebesar 4,35 persen.

"Sebaliknya empat subsektor penyusun NTP lainnya megalami penurunan yaitu subsektor hortikultura turun sebesar -1,10 persen, sub sektor peternakan turun sebesar -1,53 persen, subsektor tanaman pangan turun sebesar -0,19 persen, dan subsektor perikanan turun sebesar -0,17 persen," ujar Misfaruddin.

Pada September 2019, dari 10 Provinsi di Pulau Sumatera, kata Misfaruddin, ada 9 provinsi yang mengalami Kenaikan NTP dan hanya 1 Provinsi yang tidak mengalami kenaikan yaitu Provinsi Bangka Belitung.

"Dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera,Riau menduduki peringkat ke-6, di bawah Provinsi Lampung,Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Utara,dan Provinsi Sumatera Barat," pungkasnya. (H-we)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang