Senin, 7 Oktober 2019 15:08

Banding Dikabulkan, Dua Pegawai BPN Siak Terjerat OTT Bebas di Pengadilan Tinggi.

Dua pegawai BPN Siak terdakwa OTT suap bebas di Pengadilan Tinggi Riau. Banding keduanya dikabulkan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pernyataan banding yang disampaikan dua pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN)  Siak, usai dijatuhi vonis hukuman oleh pengadilan tipikor Pekanbaru, pada sidang bukan Juli 2019 lalu, membuahkan hasil. Setelah pengajuan banding mereka dikabulkan pihak Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru.

Otomatis, dua terdakwa tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang melakukan pungutan liar (pungli) pengurusan sertifikat tanah itu, segera menghirup udara bebas.

" Berdasarkan salinan putusan  banding yang kita terima dari PT Pekanbaru pada hari ini, menyatakan permohonan banding Silvia Dianita dan Yusni Herawati, dikabulkan," terang Panmud Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rosdiana Sitorus, SH kepada riauterkini.com Senin (7/10/19) siang.

Dijelaskan Rosdiana, dalam putusan tertanggal 30 September 2019, dengan majelis hakim yang diketuai Jalaludin SH M Hum, didampingi hakim anggota, Toni Pribadi SH MH dan H Yusdirman Yusuf menyatakan, menerima permohonan banding yang diajukan kedua terdakwa.

" Dakwaan jaksa penuntut tidak dapat diterima dan Membebaskan terdakwa dari segala tuntutan," jelasnya.

Selanjutnya, pihak PN Pekanbaru akan mengirim salinan putusan ini kepada masing masing pihak.

" Salinan putusan ini akan kita kirim secepatnya kepada pihak terdakwa dan pihak jaksa penuntut," tutup Rosdiana. 

Sebelumnya, Silvia Dianita, Kasubsi Peralihan Hak Tanah dan Yusni Herawati, tenaga honorer yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat melakukan pemungutan uang pengurusan sertifikat tanah kepada warga. Dijatuhi hukuman pidana penjara oleh hakim Tipikor PN Pekanbaru masing masing selama selama 1 tahun denda Rp 50 juta subsider 2 bulan.

Amar putusan yang diketuai Dahlia Panjaitan pada sidang tanggal 7 Juli 2019 itu. Keduanya terbukti melanggar Pasal 12 huruf e Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Vonis hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Dimana kedua terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Perkara yang menjerat kedua wanita yang bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak itu terjadi pada Rabu (25/7/18) lalu. Saat keduannya tertangkap tangan oleh tim satuan tugas pemberantasan pungutan liar (saber pungli) Menkopolhukam bersama tim saber pungli Kabupaten Siak.

Penangkapan sekitar pukul 14.45 WIB tersebut tim saber mengamankan barang bukti berupa uang tunai pecahan Rp 50.000 sebesar Rp 1,9 juta, satu buah tas selempang, rekaman CCTV, catatan-catatan pengurusan sertifikat tanah, dan 4 arsip warkah. Setelah terbukti, kedua pelaku diserahkan ke penegak hukum (Gakkum) saber pungli Polres Siak menjalani proses hukum.***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang