Ahad, 6 Oktober 2019 15:44

Event ‎JRR Ikut Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Rohul

Pemkab Rohul punya alasan sendiri mendukung event Jelajah Rimba Rokan Hulu atau JRR hingga sudah memasuki tahun ke tujuh.

Riauterkini-‎PASIRPANGARAIAN- Tidak terasa, event Jelajah Rimba Rohul (JRR) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sudah memasuki tahun ke tujuh sampai 2019, dan telah tercatat dalam 12 event wisata di Provinsi Riau.

Ada alasan sendiri dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul yang terus mendukung sampai mensupport dana event JRR‎. Selain karena ikut membangkitkan potensi sektor pariwisata,‎ JRR diyakini ikut mendongkrak ekonomi kerakyatan.

‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul, Drs Yusmar M.Si, mengatakan Pemkab mendukung event JRR karena pertama sebagai suatu ajang atau wadah dalam menyalurkan bakat dan hobi sebagian remaja dan para trailer atau pecinta motor trail dari berbagai daerah yang suka suasana tantangan.

Kedua, JRR juga bisa mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa wilayah Rohul yang punya hutan yang bersahabat, namun penuh dengan tantangan dan kenangan, serta menakjubkan.

"Dan yang ketiga menjadi sarana promosi objek wisata. Karena‎ JRR ini melewati tempat atau destinasi wisata," jelas Yusmar.

Ke empat, JRR juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dalam mendongkrak ekonomi kerakyatan. Pemkab Rohul hanya mensupport dengan menyediakan anggaran, sedangkan untuk pengembangan tergantung kelompok atau komunitas sendiri.

Menurutnya, semakin banyaknya rider yang mengikuti event JRR selama dua hari yang dipusatkan di Kecamatan Rambah, tentu perputaran uang di Kabupaten Rohul cukup tinggi.

"Silahkan masyarakat mengambil kesempatan uang yang beredar itu, apakah melalui perdagangan, jasa transport, atau melalui hal-hal lain," kata pria yang juga pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rohul, Kepala Disdukcapil Rohul, dan Kepala Distamben Rohul ini.

Terlepas itu, Pemkab Rohul sebelumnya juga pernah membuat event Rally Wisata, namun event tersebut tidak berjalan lagi beberapa tahun terakhir.‎ Diakui Yusmar, setiap kegiatan yang telah selesai dilakukan akan dievaluasi.

Hasil evaluasi dilakukan, JRR terus rutin dilaksanakan setiap tahun dan masuk tahun ke tujuh, karena ada kemauan, komitmen, serta kejelian dari kelompok atau komunitas untuk terus berkembang.

"Jadi pemerintah prinsifnya hanya mensupport, tidak mendanai secara keseluruhan. Kalau mendanai secara keseluruhan sama saja kita bekerja‎ tanpa ada usaha. Ini modal awal didanai tapi dia berkembang, itu yang kami harapkan," ungkapnya.

Pada JRR ke-7 tahun 2019,‎ jelas Yusmar, para rider dari berbagai daerah di Riau dan luar provinsi akan melewati jalur sepanjang 34 kilometer dengan waktu tempuh antara tiga sampai empat jam.

‎Adapun tempat wisata yang akan dilewati para rider JRR yaitu obyek wisata Danau Sipogas, Air Panas Hapanasan, Bukit Simalombu, serta Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian yang telah menjadi ikon Kabupaten Rohul.

Selain itu lagi, pada moment olahraga ekstrim ini, Disparbud Kabupaten Rohul juga‎ ikut menaikkan budaya tradisional daerah, yaitu tradisi Makan Bukancah dengan para rider dari berbagai daerah di Indonesia.

Makan Bukancah merupakan suatu budaya di Kabupaten Rohul dalam menyambut penting. Para tamu disajikan dengan hidangan khas Rohul yang dimasak pakai kuali besar, termasuk gulai ayam yang dimasak dengan kacang hijau.

Para tamu dipersilahkan mengambil sendiri hidangan yang disiapkan dalam kuali besar, masih diatas tungku api yang masih menyala.

"Jadi ada nilai-nilai yang kita angkat, makanya ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, sehingga ini bisa menjadi suatu event rutin di Kabupaten Rokan Hulu," pungkas Kadisparbud Rohul, Yusmar.***(zal)




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang