Senin, 30 September 2019 22:03

Desa Sialang Jaya di Rohul Terus Lestarikan Tradisi Manugal Padi Bersama

Ada tradisi bagus yang terus dilestarikan masyarakat Desa Sialang Jaya, Rohul. Manugal padi bersama yaitu bergotong royong membantu masyarakat lain menanam perdana padi gogo.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tradisi manugal bersama, atau menanam padi darat (gogo) masih dilestarikan oleh masyarakat di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Pada tradisi manugal ini, biasanya masyarakat bergotong royong membantu masyarakat lain yang tengah melakukan penanaman perdana padi gogo.

Seperti pada tradisi menugal bersama Jumat (27/9/2019), puluhan masyarakat, termasuk Kepala Desa Sialang Jaya Yuherman Daulay, serta perangkat RT dan RW ikut bergotong royong menanam padi di lahan masyarakat seluas 1 hektar.

Kades Sialang Jaya, Yuherman Daulay, mengaku tradisi manugal atau menanam padi darat bersama merupakan bagian dari tradisi gotong royong masyarakat di desanya yang telah dilakukan secara turun temurun.

"Manugal biasa dilakukan setiap tahun. Tradisi ini dilakukan dengan menanam bibit padi jenis padi gogo secara bersama-sama," ungkap Yuherman.

Uniknya, tambah Kades Sialang Jaya, seusai manugal biasanya seluruh masyarakat yang ikut bergotong royong akan menghabiskan waktu dengan makan bubur bersama, sebagai bagian dari adat kebudayaan setempat.

Yuherman mengungkapkan sebenarnya banyak pesan terkandung pada tradisi manugal bersama ini, salah satunya adalah membangun sikap gotong royong masyarakat.‎

"Semangat bergotong royong sendiri telah menjadi kebiasaan masyarakat di Desa Sialang Jaya selama ini," ungkapnya.

Yuherman mengharapkan tradisi manugal padi bersama ini tetap dipertahankan secara turun temurun oleh masyarakat Desa Sialang Jaya, mulai yang muda sampai yang tua.

Selain itu, Yuherman mengaku padi gogo yang ditanam bersama di manuggal Jumat merupakan jenis padi Bunga Durian yang digolongkan sebagai padi darat.

Ada sekitar tiga kaleng bibit padi yang ditanam masyarakat yang dilakukan secara bergotong royong tersebut.

Cara menanamnya juga cukup unik. Bibit padi dimasukan ke lubang-lubang yang sengaja dibuat pakai tongkat kayu panjang atau tugal oleh kaum pria.

"Kemudian kaum perempuan yang memasukan bibit padi ke lubang lubang yang sudah dibuat oleh kaum pria ini," cerita Yuherman, dan‎ mengharapkan lagi tradisi manugal bersama ini terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Sialang Jaya setiap tahunnya.***(zal)

Keterangan foto: Kepala Desa Sialang Jaya Yuherman Daulay, bersama masyarakat serta perangkat RT dan RW ikut tradisi manugal bersama.


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang