Sabtu, 21 September 2019 17:15

Kembalikan Formulir ke PDIP Rohul, Hafith Syukri tidak Maju Pilkada 2020 Kalau Nomor Dua

Ketua DPC PKB Rohul Hafith‎ Syukri mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan di kantor DPC PDI Perjuangan setempat. Ditegaskan, ia tak akan maju kalau hanya sebagai nomor dua.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rokan Hulu (Rohul), Ir. H. Hafith‎ Syukri MM, mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama puluhan pendukung, Sabtu (21/9/2019).

Usai mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan, Hafith Syukri mengaku dirinya telah melengkapi berkas-berkas sebagai bakal calon Bupati (Cabup), dan telah menyampaikan kepada panitia tim penjaringan bakal Cabup dan calon Wakil Bupati (Cawabup) di DPC PDIP Rokan Hulu untuk diseleksi.

Hafith mengharapkan bila ada kekurangan bahan miliknya, Tim Penjaringan di DPC PDIP Rokan Hulu tidak langsung mendiskualifikasinya, termasuk ke seluruh bakal calon yang telah mengembalikan formulir penjaringan.

"‎Kalau ada kekurangan, tentu kami berharap PDI Perjuangan tidak melakukan diskualifikasi, tapi memberikan peluang kepada kami, tidak hanya saya, tapi kepada seluruh calon yang menyatakan diri untuk masuk kepada PDI Perjuangan ini untuk bisa memperbaiki dokumen yang mungkin ada kesalahan," harap Hafith Syukri.

"Yang kedua, tentu kami yang katakanlah yang hari ini menyampaikan pernyataan sikap‎ untuk berkoalisi PKB dengan PDI Perjuangan, tentunya kami tunduk terhadap tahapan-tahapan penjaringan yang dilakukan PDIP sampai tahapan fit and proper test yang akan dilakukan DPP PDI Perjuangan," tambah Plt Ketua DPC PKB Rokan Hulu.

Ditanya seberapa besar kans PKB berkoalisi dengan PDIP, Hafith mengaku PKB sangat merasa optimis, sebab berdasarkan sejarah, dua kali Joko Widodo maju sebagai Presiden‎, dan PKB selalu bersama dengan PDI Perjuangan.

"Kami dari keluarga besar PKB Rokan Hulu mencoba meminta kepada PDI Perjuangan untuk juga bisa bersama-sama dengan PKB‎ untuk maju di kontestasi politik Pilkada 2020, harapan besar pria yang pernah menjabat Kepala Dinas TRCK Rokan Hulu ini.

Menurutnya, bila PKB dan PDIP berkoalisi tentunya sudah memenuhi persyaratan 9 kursi untuk maju di Pilkada Rokan Hulu 2020.

Hafith mengaku PKB serius untuk berkoalisi dengan PDIP, ia juga siap berpasangan dengan bakal calon dari PDIP bila hal itu menjadi sebuah kewajiban, atau sebuah keharusan yang ditetapkan partai.

Seandainya disuruh memilih calon wakilnya dari PDIP, Hafith mengaku tentunya PDIP punya kriteria khusus dalam mendorong kader yang maju di pesta demokrarasi.

"Tentu kita berharap kader‎ yang dimajukan dari PDIP adalah kader yang betul-betul sudah lolos uji di internal PDIP," ujarnya.

"Kita punya survey, kita punya alat yang mengukur elektabilitas seorang calon. Mudah-mudahan PDIP tidak menutup mata, bahwa survey itu sangat ‎bermanfaat kesiapan calon bertarung di 2020," tambahnya lagi.

Terlepas itu, ‎Hafith Syukri mengaku bila dirinya harus menjadi orang nomor dua atau bakal Cawabup, dirinya memilih tidak akan maju di Pilkada 2020, sebab dirinya pernah menjadi wakil Bupati.

"Dan saya pernah maju sebagai bupati, kalau hari ini saya harus maju‎ sebagai calon bupati rasanya tidak ada perkembangan," kata Hafith Syukri, dan mengaku dirinya sangat-sangat siap maju di Pilkada Rohul 2020 sebagai bakal Cabup.

‎Hafith mengaku serius, bahkan dirinya telah membuat tangline "Saatnya Rokan Hulu Bangkit", bentuk keseriusannya membangkitkan kembali yang pernah didapatkan Kabupaten Rokan Hulu sebelumnya, seperti di sektor pembangunan, kesejahteraan, dan masyarakat.

"Saya merasa sebagai anak negeri ini berkewajiban memberikan semua kemampuan saya untuk bisa membuat negeri ini, Rokan Hulu ini lebih baik," pungkas Hafith Syukri.***(zal)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang