Jum’at, 20 September 2019 17:25

Demo BEM UNRI dan UMRI, Mahasiswa Teriakan Suarakan Keprihatinan Hingga Pencopotan Kapolda

Aksi ribuan mahasiswa UNRI dan UMRI masih berlangsung. Massa teriakan aksi keprihatinan atas kondisi kabut asap hingga pencoptan Kapolda Riau.

Riauterkini - PEKANBARU - Dua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Universitas Riau (Unri) dan Universitas Muhammadiyah (Umri) teriakan aksi keprihatinan atas kondisi kabut asap yang kian hari semakin pekat.

Menurut mahasiswa, kabut asap yang berasal dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sudah melanda Riau saat ini sudah banyak jatuh korban akibat terpapar asap.

Ribuan masyarakat Riau sudah terserang Inspeksi Saluran Akut (ISPA). Kemudian bayi berumur tiga tahun harus meregang nyawa akibat tak kuat menahan asap yang mengandung racun atas ulah pembakar lahan yang diduga oleh mahasiswa banyak dilakukan korporasi.

"Pemerintah dan penegak hukum bermental tempe kepada korporasi. Penegak hukum lebih memikrkan urusan perut dari pada kepentingan masyarakat banyak," teriak mahasiswa dalam orasinya, Jumat (20/9/19).

Tuntutan pencoptan kepada Kapolda Riau disuarakan. Menurut mahasiswa, selama penegakan hukum tidak tegas terhadap korporasi, maka selama itu pula persoalan Karhutla akan terus berulang.

Selain berorasi, berbagai rasa keprihatinan itu juga disampaikan mahasiswa dalam bentuk media poster yang ditampilkan dalam aksi tersebut. Seperti Ganti Kapolda Riau, paru-paru kami tak terbuat dari baja.

Kemudia ada juga tulisan sindiran pejabat yang suka meninjau Karhutla sebagai bentuk pencitraan, yakni kami tak butuh photo bapak di lokasi Karhutla, Ada juga tulisa bayi di Riau dibunuh perlahan.

Hingga saat ini, aksi mahasiswa masih berlangsung. Satu mobil water canon sudah distandbykan untuk mengantisipasi kericuhan. Pasukan anti huru hara dari kepolisian juga terus bersiaga.*(mok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang