Rabu, 18 September 2019 15:15

Tersangka TPPU, Terpidana Narkoba Praperadilankan Polres Bengkalis

Rafiandi bin Musafa Kamal, terpidana narkoba, mempraperadilankan Polres Bengkalis yang menyatakan ia melakukan pencucian uang dan menyita asetnya.

Riauterkini-BENGKALIS- Terpidana atas nama Rafiandi bin Mustafa Kamal kasus penyalahgunaan Narkoba jenis sabu dan sudah dijatuhi putusan 11 bulan kurungan penjara sebagai pengguna berdasarkan putusan Nomor 713/Pid.Sus/2018/PN Bkls dan telah berkekuatan hukum tetap. Disangkakan kembali atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh pihak kepolisian.

Disampaikan Yosi Mandagi, SH, MH, Kuasa Hukum Rafiandi mengatakan, mengajukan Praperadilan terkait penetapan tersangka TPPU dan penyitaan aset yang dilakukan penyidik Narkoba Polres Bengkalis.

"Kami Kuasa Hukum juga telah menghadirkan ahli DR Zulkarnain S.SH.MH dan telah didengar keterangannya dibawah sumpah yang intinya dikarenakan predicate crime (tindak pidana asal, red) tidak ditemukan maka penetapan tersangka TPPU Batal demi hukum dan juga penyitaan yang surat tembusan penyitaan tidak pernah diberikan kepada Pemohon atau pun keluarga adalah cacat formil maka batal demi hukum," ungkap Yosi, Rabu (18/9/19).

Disebutkan Yosi, benda-benda bergerak milik kliennya yang disita petugas dan sampai saat ini Pemohon tidak mendapatkan surat penyitaan antara lain, mobil Fortuner putih, sepeda Motor KLX, ATM BRI (Marjenah), ATM BCA (Rafiandi), ATM BCA (Nur Hafiza), satu set alat DJ Pioner + Henset, HP Samsung S7, mobil Jazz putih, sepeda motor Honda Beat Street, ATM BRI, ATM BCA, Speedboat Fiber 2 unit.

"Bahwa dengan disitanya beberapa aset klien kami penyidik menetapkan sebagai tersangka TPPU, inilah yang kami anggap Penyidik melakukan kesewenang-wenangan karena bagaimana mungkin seorang yang divonis sebagai Pengguna ditetapkan sebagai tersangka TPPU, maka berdasarkan hal diatas kami Kuasa Hukum Pemohon dari Kantor Hukum Syiar Keadilan mengajukan Praperadilan," katanya lagi seraya menyebutkan Tim Kuasa Hukum lainnya, Wan Ahmad Rajab, SH dan Rudi Jamrud, SH.
Sidang Praperadilan tersebut digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. Selasa (17/9/19) kemarin dengan agenda kesimpulan. Sidang dipimpin Majelis Hakim Tunggal, Aulia Fhatma Widhola, SH. Sidang dengan agenda pembacaan keputusan akan digelar, Kamis (19/9/19) besok.

Dikabarkan sebelumnya, bahwa berawal pada Kamis (25/10/18) lalu, Rafiandi bin Mustafa Kamal sedang akan menggunakan narkotika jenis sabu di rumah kediaman Iskandar yang beralamat di Jalan Jangkang, Desa Deluk Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Terjadi penangkapan atas diri Pemohon beserta Iskandar dan Kurniawan oleh Tim Opsnal Sat Narkoba Polres Bengkalis. Pada penangkapan ini dilakukan Penggeledahan badan dan rumah Iskandar di peroleh/atau disita barang bukti dari diri Pemohon berupa narkotika jenis sabu seberat 0.87 gram, 1 buah dompet warna coklat dan satu unit sepeda motor merk honda vario berwarna putih dengan BM 2432.

Bahwa berdasarkan Berita Acara Analisis Laboraturium Forensik Polri Cabang Medan No. Lab. 13175/ NNF/ 2018 tertanggal 5 November 2018 dengan kesimpulan Urine Pemohon adalah positif mengandung metamfetamina.

Berdasarkan kronologis tersebut Pemohon dijatuhi putusan 11 bulan penjara sebagai pengguna Narkoba berdasarkan putusan Nomor 713/Pid.Sus/2018/PN Bls dan telah berkekuatan hukum tetap.***(dik)




 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang