Rabu, 18 September 2019 09:45

Peduli Kesehatan Warga, Asperindo Bagi Masker di 12 Lokasi

Kabut asap di Riau makin parah. Peduli kesehatan warga, Asperindo Riau membagikan masker dan oksigen.

Riauterkini-PEKANBARU-Bencana kabut asap di Riau makin parah. Rabu (18/9/19) jarak pandang di sebagai indikator kepekatan kabut asap semakin terbatas. Jarak pandang di Pekanbaru hanya 500 meter.

Maskin parahnya bencana kabut asap dan belum ada tanda tanda datangnya musim penghujan membuat Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menggelar aksi sosial peduli kesehatan warga dengan membagikan masker dan oksigen di 12 titik secara serempak.

"Ada 12 titik pembagian masker dan tabung oksigen melibatkan seluruh Perusahaan jasa Pengiriman yang bergabung di Asperindo Riau," terang Ketua DPW Asperindo Riau Yandri Sandi Lubis di sela aksi.

Menurutnya, aksi sosial peduli kesehatan warga dari bencana kabut asap di Riau, Asperindo Riau membagikan 15.000 masker kepada masyarakat pengguna jalan yg di distribusikan di 12 titik jalan di kota Pekanbaru.

Selain membagikan masker, tambahnya, peserta aksi simpatik ini memberikan layanan berupa oksigen yg dapat dihirup oleh masyarakat. Ada 2 ambulance yg stand by beserta 2 tabung oksigen. Begitu Kata Ketua DPW Asperindo Riau Yandri Sandi Lubis.

Pemerintah menurut Yandri, jangan lamban dalam penanganan karhutla. Karena kondisinya jika terjadi seperti tahun 2015 lalu yang merugikan banyak pihak. Terutama di sektor usaha di Asperindo. Dengan tertutupnya bandara, pengiriman jadi terkendala.

"Kerugian di Riau pada kabut asap 2015 lalu mencapai puluhan miliar. Kami berharap kabut asap tahun ini tidak merugikan sektor usaha," terang Yandri.

Bencana kabut asap tahun ini masih belum ada laporan adanya kerugian. Karena sarana transportasi masih berjalan dengan maksimal. Diharapkan dengan penanganan yang cepat tidak akan merugikan sektor usaha.

Sementara itu Koordinator Asperindo Sumatera I, Yana Mulyana Iba mengatakan bahwa Aksi Peduli Asap ini adalah bentuk partisipasi Para pengusaha yang bergabung di Asperindo menyikapi kabut asap yang semakin menebal dan menyengsarakan masyarakat.

2015 lalu, Asperindo juga membagikan masker sebanyak 33 ribu. Tahun ini agak sedikit, yaotu cuma 15 ribu masker karena ekonomi agak menurun. Apalagi dengan kebijakan pemerintah menaikkan surat muatan udara, sewa gudang dan biaya operasional transportasi udara yang cukup memberatkan pengusaha Asperindo Riau.

"Kita berharap kedatangan Presiden Jokowi akan mengulang kesuksesan Presiden SBY yang sempat berkantor di Riau dalam upayanya memadamkan api," harapnya.

Yana Mulyana menambahkan, pelaksanaan bagi bagi masker, di 12 titik adalah di Depan MTQ (pusat aksi), Lampu merah simpang 3( APK, AISON, IBX), Lampu merah tabek gadang ( DBM, DSC, INDAH), Lampu merah durian ( JTR, MANDAILING), Lampu merah leighton 1 (JNE), Lampu merah jl sekolah rumbai ( APE), Lampu merah setiabudi (J&T), Lampu merah kelapa sawit ( GML), Lampu merah Ska (UNILOG, INDAH, J&T), Lampu merah depan gubri (JNE, TIKI), Lampu merah pasar arengka ( RDX, TAM, APM, LINGGA).

Masing masing lampu merah diwakili perusahaan anggota Asperindo dengan bawa masker yang akan dibagikan dan spanduk aksi. Pusat aksi didepan MTQ menyiapkan 2 atau 3 unit mobil blind van beserta tabung oksigen didalamnya. Aksi kita mulai pagi pukul 09.00 wib tepat diseluruh titik aksi.*(H-we)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang