Selasa, 17 September 2019 16:02

Dituntut 3 Tahun dan 1 Tahun 10 Bulan,
Dua Terdakwa Tipikor Cetak Sawah Baru di Pelalawan Mohon Keringanan

Dua terdakwa kasus tipikor dana pembuatan sawah baru di Pelalawan ini, memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim setelah jaksa menuntut mereka hukuman masing-masing penjara tiga tahun dan setahun 10 bulan.

Riauterkini-PEKANBARU- M Yunus dan Sutrisno, dua terdakwa korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan, yang dituntut hukuman bersalah oleh jaksa penuntut pada sidang pekan lalu. Hari ini, Selasa (17/9/19), dalam sidang lanjutan dengan agenda pembelaan (pledoi). Memohon kepada majelis hakim untuk dapat memberikan keringanan hukuman seringan ringannya kepada mereka.

Keduanya menilai, tuntutan hukuman pidana penjara selama 3 tahun 1 tahun 10 bulan yang dijatuhkan jaksa kepada mereka dinilai sangat tinggi.

"Pada pembelaan kami ini, kami memohon kepada majelis hakim untuk dapat memberikan hukuman yang seringan ringannya," ucap terdakwa diruang sidang tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai majelis hakim Dahlia Panjaitan.

Sebelumnya, M.Yunus, selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) pada kegiatan cetak sawah tersebut, dituntut pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Selain tuntutan hukuman, M Yunus juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 185 juta atau subsider selama 1 tahun 6 bulan kurungan.

Sementara rekannya, Sutrisno, selaku Kepala UPTD Kecamatan Teluk Meranti, dan juga koordinator lapangan. Dituntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Sutrisno juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 20 juta subsider selama 1 tahun.

Perbuatan kedua terdakwa ini terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Perkara kedua terdakwa yang merupakan berkas splitan (berkas terpisah) dengan terpidana Jumaling dan Kaharudin ini. Mereka didakwa turut serta melakukan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti.

Berawal, tahun 2012 Kelompok Tani (Poktan) Bina Permai Desa Gambut Mutiara, yang dipimpin Jumalingn mendapat bantuan dana hibah cetak sawah dari APBN melalui DIPA Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek yang dilakukan terpidana Kaharudin, selaku kontraktor pelaksana tak berjalan sebagaimana mestinya.

Dari anggaran Rp1 miliar, kedua terdakwa selaku PPL dan Kepala UPTD yang turut serta dalam pelaksanaan kegiatan cetak sawah tersebut. Tak bisa mempertanggung jawabkan dana bantuan pemerintah. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp750 juta.

Untuk diketahui, terdakwa Jumaling dan Kaharudin telah dijatuhi vonis hukuman masing-masing selama 6 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan penjara.

Selain itu, kedua terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara. Untuk terdakwa Jumaling membayar uang pengganti Rp130.050.000 sedangkan Baharudin membayar Rp584.950.000.***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang