Selasa, 17 September 2019 10:45

Dinkes Bengkalis Bentuk 30 Posko Penanggulangan Kabut Asap

Dinas Kesehatan Bengkalis dirikan 30 Posko. Langkah tanggap darurat kabut asap.

Riauterkini-BENGKALIS- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra, TH menyebutkan, bahwa selain memberikan pengobatan gratis untuk korban kabut asap di RSUD dan Puskesmas, Dinkes juga telah membentuk 30 posko penanggulangan korban akibat terpapar kabut asap.

"Saya dapat telepon dari Bupati Bengkalis, Pak Bupati perintahkan kita untuk membantu pembentukan posko yang di lakukan oleh Polres maupun Kodim artinya dari awal sebenarnya kita sudah menujuk Puskesmas sebagai posko kita langsung sejak bulan Agustus sudah kita tunjuk dan memerintahkan semua Puskesmas dalam Kabupaten Bengkalis sebagai posko penanggulangan korban asap," kata dr.Ersan Saputra, TH, Senin, (16/9/19).

Dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat korban terdampak kabut asap, biaya digratiskan.

Dikatakan Ersan Saputra yang juga Plt. Direktur RSUD Bengkalis ini menyebutkan bahwa rumah sakit yang juga posko kabut asap menyiapkan tabung oksigen murni untuk warga yang membutuhkan oksigen murni dan juga diberikan secara cuma-cuma.

"Kalau di RSUD Bengkalis di tempat didepan lift sedangkan di RSUD Mandau di ruang pertemuan dan kita juga minta Puskesmas menyiapkan satu ruang tempat warga yang sesak karena kabut asap untuk mendapatkan oksigen murni," sebut Ersan diruang kerjanya.

Ersan Saputra juga menyebutkan kalau di Kecamatan Mandau dibuat rumah singgah itu menurutnya kurang efektif, karena asap tidak mengenal rumah, kalau rumah singgah asap pasti masuk melalui lubang ventilasi.

"Satu satunya jalan agar tidak dua kali kerja dan tidak efektif, karena Puskesmas kita sudah merata, kita arahkan seluruh pasien ke sana dan setiap rujukan di kirim ke RSUD, dan berdasarkan Intruksi Bupati juga setiap korban yang terkena kabut asap untuk biaya pengobatan di tanggung pemerintah baik di Puskesmas maupun di rumah sakit," kata Ersan lagi.

Informasi tambahan, RSUD Bengkalis tercatat sudah ada merawat 76 pasien dan di RSUD Duri tercatat 48 pasien, sementara itu untuk pasien-pasien yang gawat seperti asma akan diutamakan, apabila Puskesma menjumpai pasien seperti itu segera dikirim ke rumah sakit.

"Sampai sejauh ini tidak ada pasien yang meninggal dunia, memang akibat asap bisa menyebabkan kematian tetapi bukan karena asapnya namun apabila terpapar lama sehingga residunya atau partikel nya menumpuk di paru paru dan masuk dalam sirkulasi darah lalu terjadi kekurangan oksigen," tutup Ersan.***(dik)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang