Senin, 16 September 2019 16:35

Mahasiswa Duduki Gedung DPRD Riau

Setelah diberikan jalan masuk, massa yang merupakan mahasiswa UIR dan Unilak duduki Gedung DPRD Riau. Mereka berkumpul di Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau.

Riauterkini - PEKANBARRU - Hampir seribuan massa yang datang dari dua Universitas yakni Univervitas Lancang Kuning dan Universitas Islam Riau, tumpah di ruang rapat Paripurna Gedung DPRD Riau.

Dalam ruang rapat paripurna yang biasa digunakan oleh para wakil rakyat itu, massa kemudian melanjutkan orasinya.

Diamana, Koordinator Lapangan Aksi BEM Unilak, Azri Mahendra mengatakan tuntutan dalam aksi ini yaitu meminta kepada para anggota DPRD Riau untuk menindak para pelaku karhutla yang terjadi di Riau. Menurut pihaknya, karhutla yang kini menyebabkan Pekanbaru dan beberapa wilayah di Riau di selimuti asap bukan disebabkan oleh masyarakat. Namun, ulah para perusahaan.

"Kita minta DPRD Riau dapat mengatur perusahaan - perusahaan pembakar lahan yang mereka hanya penumpang di wilayah Kita. Jangan miskin strategi, fokus pada pencegahan dan penanggulangan," bebernya.

Dalam tuntutannya, massa juga menilai bahwa bencana ini merupakan proyek tahunan. "Kita tegaskan karhutla bukan proyek Nasional dan asap bukan warisan Riau," bebernya.

Sementara, Korlap Aksi UIR, Andri Kurniawan menjelaskan pihaknya menuntut agar pihak DPRD Riau memberikan sanksi kepada korporasi atau Perorangan yang terbukti melakukan pembakaran lahan," tuturnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga menyuarakan agar DPRD Riau melakukan transparansi regulasi terhadap pemegang Konsesi. Lanjutnya, mendesak Pemprov. Riau dan DPRD Provinsi Riau agar merumuskan perda terkait Karhutla dan juga izin Konsensi.

"Mereka (DPRD Riau) juga harus memberikan jaminan kesehatan terhadap masyarakat yang terkena dampak Karhutla di Riau. Kita juga menagih Janji Presiden Jokowi tentang masalah asap di Riau yang akan mencopot Kepala Instansi yang terkait Karhutla," tuturnya.*(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang