Senin, 16 September 2019 16:06

Vonis Hakim Dirasa Ketinggian,
Koruptor Roro Bengkalis Ini Ajukan Banding

Yahdi Andriadi mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Riau setelah divonis hakim hukuman penjara selama empat tahun. Koruptor dana operasional kapal roro Bengkalis itu merasa hukumannya ketinggian.

Riauterkini-PEKANBARU- Yahdi Andriadi, mantan Kepala Cabang PT Gemalindo Shipping Batam (GSB) yang sebelumnya divonis pengadilan tipikor Pekanbaru, dengan pidana penjara selama 4 tahun, mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

Yahdi yang merupakan salah seorang terdakwa tindak pidana korupsi penyelewengan dana Operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang ini, merasa hukuman yang dijatuhkan terhadap dirinya sangat tinggi dibanding rekannya Jaafar Arief, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis.

"Ya seorang terdakwa korupsi kapal Roro Bengkalis yakni, Yahdi Andriadi, mengajukan banding ke pengadilan tinggi (PT) melalui Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru," ungkap Panmud Tipikor PN Pekanbaru, Rosdiana Sitorus kepada riauterkini.com, Senin (15/9/19) siang.

Dalam perkara ini, yang mengajukan banding hanya Yahdi. Sedangkan terdakwa Jaafar Arief menyatakan menerima putusan majelis," sambung Rosdiana.

Sebelumnya, majelis hakim pengadilan tipikor Pekanbaru yang diketuai Asep Koswara SH, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada Yahdi Andriadi, selama 4 tahun denda Rp 200 juta subsider 6 bulan.

Selain hukuman kurungan badan, Yahdi juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1 294.560 960. atau subsider selama 2 tahun kurungan badan. Sementara Jaafar Arief, dijatuhi hukuman selama 1 tahun 4 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Seperti diketahui, Jaafar Arief, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis dan Yahdi Andriadi, Kepala Cabang PT Gemalindo Shipping Batam (GSB), diadili atas perkara tindak pidana korupsi dana Operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang.

Dimana perbuatan kedua terdakwa yang terjadi tahun 2012 hingga 2015 itu, telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,2 miliar. Saat itu kedua terdakwa diduga memperkaya diri sendiri saat pengoperasian kapal penyeberangan (Roro) yang merupakan milik BUMD Bengkalis. Sehingga BUMD Bengkalis menderita kerugian miliaran rupiah.***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang