Sabtu, 14 September 2019 17:35

Kabut Asap Tebal, Kesyahbandaran Bengkalis Terbitkan Edaran Waspadai Aktivitas di Laut

Kesyahbandaran Bengkalis menerbitkan edaran agar para pelaut lebih waspada karena kabut asap kian tebal sehingga memmpengaruhi jarak pandang. Dan ini tentu bisa berbahaya.

Riauterkini-BENGKALIS- Kabut asap akibat kebakaran lahan (Karla) sejumlah daerah di Sumatera dan menyelimuti Kota Bengkalis sekitarnya dan perairan semakin tebal, mulai berdampak buruk dan mempengaruhi jarak pandang sejumlah angkutan kendaraan umum dan masyarakat.

Khususnya di wilayah perairan, kabut asap sangat mempengaruhi jarak pandang pelayaran dan harus lebih hati-hati.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bengkalis Julharia, SE menyampaikan, kondisi kabut saat ini memang mulai menebal, namun sampai saat ini keberangkatan antar provinsi seperti Bengkalis Batam, ataupun Bengkalis Tanjung Pinang masih tetap berangkat seperti biasa cuma saja kecepatan kapal dikurangi.

"Kondisi saat ini kabut memang mulai menebal, dan sejak Jum'at kemarin kami sudah kirimkan surat edaran yang di tujukan pada perusahaan pelayaran," ungkapnya Sabtu, (14/9/19).

Dikatakannya Surat Edaran dengan nomor  UM.002/2/1/KSOP.BKS/2019 dengan prihal : Keselamatan pelayaran, antisipasi cuaca buruk dan kabut asap. Ada sembilan poin yang harus dipatuhi oleh perusahaan pelayaran dan nahkoda kapal dan wajib diperhatikan hal hal terkait keselamatan tersebut.

"Salah satu himbauan kita juga agar nahkoda kapal dapat mengirimkan posisi dan kondisi cuaca pada radio pantai secara terus menerus,dan juga bagi perusahaan kapal dan pelayaran juga cepat tanggap dalam menghadapi cuaca ekstrem sesuai prosedur," katanya lagi.

Julharia menambahkan, sejauh ini belum ada kapal yang menunda keberangkatannya baik tujuan dalam dan luar negeri karena mereka berlayar dengan kecepatan yang aman, insident dilautpun belum ada laporan sampai saat ini.

Posisi yang agak rawan untuk berlayar berada di Selat Malaka namun tetap bisa berlayar hanya dengan mengurangi kecepatan saja.

"Berita ini kami dapat dari kapal MT Enriko 3 tujuan dari Pelabuhan Tanjung Langsat Malaysia menuju Pekanbaru pada 12 september 2019 jam 8:45 waktu Malaysia, cuaca berkabut asap tebal dengan jarak pandang hanya mencapai 1 sampai 2 neutical mile," sebutnya.

Julharia juga mengimbau kepada para nelayan tradisional untuk lebih berhati-hati karena jarak pandang terbatas, sementara sistem navigasi kapal-kapal nelayan tradisional masih belum lengkap.*(dik)

Foto : Surat Edaran KSOP Bengkalis


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang