Rabu, 11 September 2019 19:43

Dinkes Bengkalis Bagikan 74.000 Lembar Masker Gratis dan Layanan Kesehatan Bagi Pasien Terdampak Asap

Kabut asap terus menyelimuti wilayah Bengkalis. Diskes bagikan 74.000 masker untuk mengurangi dampak ke masyarakat.

Riauterkini-BENGKALIS- Dalam beberapa hari terakhir ini, kabup asap akibat kebakaran lahan (Karla) kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Bengkalis. Wilayah yang paling tebal kabutnya dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Siak Kecil, tepatnya di Desa Sadar Jaya dan sekitarnya, wilayah Kecamatan Mandau, Pinggir dan Bandar Laksamana, Pulau Bengkalis.

Untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat Karla diberbagai daerah sejak dua bulan terakhir ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis sebagaimana telah diinstruksikan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, SE, MM telah mengambil berbagai langkah antisipasi, diantaranya adalah menyediakan pelayanan ISPA, Pneumonia, Iritasi Mata, Iritasi Kulit, Diare, dan Asma di Poli Umum di 18 UPT. Puskesmas, membuat spanduk dan leaflet tentang antisipasi dampak asap yang dibagi-bagikan ke Puskesmas, dan mendistribusikan masker ke UPT. Puskesmas agar dibagikan kepada masyarakat.

Kepala Dinkes Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alwizar, SKM beberapa waktu yang lalu menyampikan bahwa, sampai dengan saat ini, Dinkes Kabupaten Bengkalis telah mendistribusikan masker sejak Agustus hingga September ini sudah mencapai lebih kurang 74.000 lembar ke seluruh UPT Puskesmas, agar dibagi-bagikan kepada warga masyarakat secara gratis.

Agustus dibagikan sebanyak 36.750 lembar dan hingga 10 September 2019 kemarin telah dibagikan sebanyak 34.000 lembar.

"Masker dibagi-bagikan oleh Puskesmas sesuai kebutuhan di lapangan. Memang secara prosedural dan prinsip bahwa operasional program kerja dibagi dalam wilayah-wilayah kerja UPT. Puskesmas sebagai pelaksana," ungkap Alwizar, Rabu (11/9/19).

Akan tetapi, kata Alwizar, dalam kondisi tertentu fleksibel dan tidak kaku dengan prosedur yang ada, sejumlah instansi seperti dari Kantor Camat Bantan datang langsung ke Kantor Dinkes untuk meminta masker, Kelompok Pecinta Alam Forum Lestari Hijau, kemudian BEM Politeknik Negeri Bengkalis.

"Pada intinya, jika ada yang ada berniat untuk membantu mendistribusikan masker, kita sangat menyambut baik dan berterima kasih, namun didasari surat permintaan dan bukti serah terima, karena ini menyangkut barang milik negara yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas," kata Alwizar lagi.

Berkenaan dengan dampak kabut asap ini, belum ada peningkatan kasus penyakit-penyakit tertentu di Puskesmas-puskesmas yang ada. Memang kabut asap ini kembali tebal kira-kira 3-4 hari yang lalu dan belum ada laporan kasus yang menunjukkan trend meningkat.***(dik)

Foto : Kabut asap yang terjadi di Kota Bengkalis semakin pekat dan hingga Rabu (11/9/19) petang tadi.


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang