Rabu, 11 September 2019 14:55

Meriahkan Festival Zhong Qiu, 2500 Lampion Akan Diarak di Pekanbaru

Festival Zhong Qiu (Kue Bulan) 13 September 2019 rencana akan digelar di Pekanbaru. Untuk memeriahkan ivent ini akan ada sebanyak 2500 lampion diarak di Kota Bertuah ini.

Riauterkini - PEKANBARU - Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan atau Festival Kue Bulan kembali ditaja di Pekanbaru tepatnya di jalan Karet, Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru. Rencananya gelaran yang mengusung tema "Melalui Perayaan Zhing Qiu, Kita Pererat Kebersamaan dalam Keberagaman, Cinta Damai, dan Pembauran" akan ditaja pada Jum'at (13/09/19) besok oleh Panitia Bersama.

Anton Tanusina selaku Ketua Panitia Bersama menjelaskan perayaan ini diikuti sekitar 42 organisasi gabungan baik itu organisasi Tionghoa dan organisasi keagamaan bahkan juga organisasi pendidikan yang ada di Riau. "Kita akan hadirkan berbagai kemeriahan di perayaan ini. Seperti ada pawai lampion, panggung hiburan, makan kue bulan bersama, lomba kreasi lampion dan juga lomba photografi. Ini terbuka untuk umum," katanya.

Rincinya, untuk pawai lampion, pihaknya menargetkan 2500 peserta. Saat ini sudah ada 2078 orang peserta yang sudah terdaftar. Pihaknya juga telah menyiapkan 2570 lampion untuk perayaan ini.

"Khusus untuk kue bulan yang nantinya akan kita bagikan kepada pengunjung yang datang juga telah kita siapkan. Kue ini tentu halal dan dapat dikonsumsi oleh semua pengunjung yang datang," terangnya.

Sementara itu, Jailani Tan Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (Piti) Riau yang bertanggung jawab atas kelancaran Pawai Lampion menjelaskan, pawai akan dilakukan mengelilingi Kampung Tionghoa Melayu Pekanbaru itu. Rutenya yakni mulai dari jalan Karet, menuju jalan Juanda, ke Ahmad Yani, kemudian ke jalan M Yamin, lalu ke jalan Sudirman, masuk jalan Juanda dan kembali lagi ke jalan Karet.

"Yang menarik tahun ini, kita kembali arak lampion raksasa yang biasanya kita bawa menggunakan mobil hias, kini kita dorong ramai-ramai. Sehingga kemeriahan akan semakin terasa," Katanya.

Sedangkan, Ketua Umum PSMTI Riau, Stephen Sanjaya mengatakan perayaan Festival Kue Bulan memang sudah menjadi program rutin oleh PSMTI Riau. Dimana perayaan ini sudah dimulai sejak 10 tahun yang lalu.

"Gelaran ini adalah gelaran budaya yang tentu dapat diikuti oleh seluruh etnis yang ada di Riau. Jadi, bukan khusus warga Tionghoa saja yang boleh hadir tapi juga masyarakat umum. Hal ini tentu aesuai dengan tujuan kita yakni menjadi ajang untuk mempererat kekeluargaan, kebersamaan dan keberagaman sehingga terciota suasana yang harmonis, rukun dan sejahtera," paparnya.

Ia berharap, gelaran budaya ini dapat menjadi salah satu penarik wisatawan bahkan juga memperkenalkan bahwa Riau merupakan daerah berbudaya. "Ini juga cara kita melestarikan budaya. Sebab, kita melibatkan para generasi muda agar lebih paham bahwa leluhur memiliki peradaan yang lama," tuturnya.

Meski begitu, beberapa pertimbangan untuk kelancaran gelaran ini tetap menjadi fokusnya. Dimana seperti diketahui saat ini Pekanbaru tengah diselimuti asab akibat karhutla yang terjadi di Riau.

"Mengenai asap, kita telah diakusikan. Dimana jika saat gekaran berlangsung dan udara kurang bersahabat untuk kesehatan, maka pawai lampion akan kita tiadakan namun yang lain tetap kita jalankan. Saat ini kita juga telah siapkan 5000 masker yang nanti akan kita bagikan saat gelaran berlangsung. Bukan hanya itu kita juga siagakan tim medis untuk antisipasi terjadi hal-hal yangvtidak dinginkan akibat asap," terangnya.

"Bagi kita yang terpenting adalah pesan moralnya, yakni kebersamaan, persahabatan dan cinta damai," tambahnya lagi.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang