Rabu, 11 September 2019 12:44

Infeksi Bekas Operasi Usus Buntu, Bocah 11 Tahun akan Dirawat RSUD Mandau

Seorang bocah umur 11 tahun di Mandau mengalami infeksi bekas operasi usus buntu 3 tahun lalu. RSUD setempat siap merawatnya.

Riauterkini - DURI - Windu (11) Murid Kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Mandau, warga Jalan Damai, Gang Budi, RT 05, RW 06, Kelurahan Duri Timur, Kecamatan Mandau, Bengkalis harus merasakan sakit yang mendalam dan trauma berat akibat infeksi pada bekas jahitan yang didapatinya saat menjalani operasi usus buntu 3 tahun silam di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau.

Penderitaan tersebut semakin sulit dicegah saat trauma Windu semakin meningkat dan energinya kian terkuras. Menurut pengakuan kedua orang tua Windu, Ali Amran dan Rafitna Dewi, anak bungsunya tersebut saat dilakukan operasi usus buntu, sempat tiga kali masuk keruang operasi namun tidak tahu apa gerangan yang dilakukan dokter.

" Waktu operasi tiga tahun lalu, sempat tiga kali keluar masuk ruang operasi. Padahal hanya operasi usus buntu, kami orang awam ini tidak tahu apa yang terjadi. Saking seringnya diperiksa dokter, anak ini sampai trauma dan takut saat melihat dokter berbaju putih,"kisah Ali Amran yang juga Ketua RT 05, RW 06, Kelurahan Duri Timur.

Dikatakan Ali Amran, tindakan operasi yang dilakukan dokter pun terlihat aneh, yang biasanya terlihat menyamping, ini terlihat lurus, tepat dibawah pusar. Untuk itu, dirinya dan keluarga meminta kepada pihak terkait untuk memberikan solusi akan nasib buah hatinya yang diketahui telah hampir sebulan tidak masuk sekolah akibat penderitaannya itu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Mandau, dr Sri Sadono Mulyanto melalui Kasi Humas, dr Rangga Moendanoe saat dikonfirmasi berterimakasih atas laporan tersebut."Mengenai indikasi korban Mall Praktek, kami rasa masih jauh untuk di putuskan mengingat setiap tindakan medis selalu memiliki resiko yang sudah diketahui pasien dan keluarga, namu  kami sangat prihatin akan kondisi pasien. Untuk itu kami akan segera menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan agar segera kami beri respon secepatnya,"tulisnya melalui pesan singkat WhattsApp sambungan telepon genggamnya.

Quick Respon Warganya Menerima laporan dari group Informasi perpanjangan tangannya, RT dan RW. Lurah Duri Timur yang dikenal berjiwa sosial tinggi, Hj Erna Satriana langsung bergerak cepat dengan memboyong Ketua LPMK, hampir seluruh Kasi dan stafnya.

"Ibarat tubuh, sakit satu, sakit semuanya.Rasa kekeluargaan inilah yang sedikit demi sedikit kita ciptakan. Cepat respon akan masukan dan informasi yang disampaikan. Mudah mudahan dapat mengurangi beban warga kita,"harapnya.*(hen)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang