Rabu, 11 September 2019 09:02

Gubri ke Thailand, Khatib Sholat Istisqa di Kantor Gubri Ingatkan Azab Allah

Gubri tak ikut Sholat Istisqa karena terbang ke Thailand. Di lokasi, khatib mengingatkan azab Allah. Bertaubatlah!

Riauterkini - PEKANBARU - Pelaksanaan Sholat Istisqa di halaman Kantor Gubernur Riau pagi ini berjalan khusuk. Bertindak sebagai Imam Ketua MUI Riau Nazir Karim. Sementara bertindak khatib ustadz Saidul Amin.

Sholat bermakna bermunajat meminta hujan kepada sang pencipta Allah SWT ini dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur, Danrem 031/WB Brigjen TNI Muhammad Fadjar.

Kemudian hadir juga para pejabat eselon di lingkungan Pemprov Riau termasuk TNI/Polri. Sementara Gubernur Riau H Syamsuar tak terlihat pada pelaksanaan sholat Istisqa. Kabarnya Gubri terbang ke Thailand untuk suatu tugas yang tak bisa ditinggal.

Khatib Saidul Amin, mengingatkan banjir besar yang meland pada zaman Nabi Nuh, waktu itu bukan kerusakan alam akibat pembalakan liar. Karena hutan masih hijau. Tetapi karena umat Nabi Nuh waktu itu ingkar kepada Allah SWT.

Selain itu, pada zaman Nabi Lut, terjadi gempa besar hingga membenamkan umat Nabi Lut saat itu yang menyenangi praktek homo seksual.

Begitu juga pada zaman Nabi Sholeh, timbul asap tebal yang menggulung umatnya, bukan karena adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sebab saat itu hutan masih 'perawan'. Tetapi tidak lain, karena Allah sudah murka atas prilaku umat Nabi Sholeh yang ingkar.

Melalui momentum sholat Istisqa ini, hendaknya menjadi momen untuk kembali mengintropeksi diri masing-masing, tanpa terkecuali. Baik pejabat mau pun masyarakat.

Lalu bagaimana dengan kabut asap akibat Karhutla yang terjadi saat ini. Menurut Ustadz Saidul Amin, karena keserakahan tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan seperti membuka lahan dengan cara membakar.

Namun Amin mengingatkan, kemurkaan Allah bisa jadi karena adanya ketidakadilan dalam penanganan hukum. Karena ketika Ada masyarakat kecil yang dianggap melanggar hukum, cepat ditindak. Sementara perusahaan besar justu penegak hukum tutup mata.

Selain itu, dampak kabut asap yang saat ini terjadi tidak juga sangat mungkin karena Allah murka karena banyaknya kemaksiatan yang terjadi saat ini.***(mok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang