Jum’at, 6 September 2019 17:12

Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri

Demi meningkatkan kinerja Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, sederet multi stakeholder di Riau, pemerintah pusat, para pelaku usaha, asosiasi dan pelaku industri fashion sepakat untuk saling mendukung optimalisasi penggunaan bahan baku tekstil dalam negeri.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI-Demi meningkatkan kinerja Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, sederet multi stakeholder di Riau, pemerintah pusat, para pelaku usaha, asosiasi dan pelaku industri fashion sepakat untuk saling mendukung optimalisasi penggunaan bahan baku tekstil dalam negeri. Kesepakatan itupun ditandai dengan penandatanganan bersama oleh masing-masing perwakilan stakeholder dalam forum bertema "Upaya Mengoptimalkan Pemakaian Bahan Baku Dalam Negeri untuk Produk TPT Indonesia", di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Jumat (06/09/19).

Sederet multi stakeholder yang melakukan penandatanganan kesepakatan tersebut diantaranya yakni Sekjen Kementerian Perindustrian Indonesia, Achmad Sigit Dwiwahjono, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Sekjen Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita, Direktur Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba serta perwakilan desainer Indonesia dari Fashion Chambers, Yufie Safitri Sobari.

Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan, untuk mewujudkan kesepakatan tersebut, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kinerja tekstil Indonesia dengan melaksanakan beberapa kebijakan dan regulasi serta mendorong peningkatan investasi di bidang tekstil. Apalagi dengan adanya APR sebagai perusahaan pionir yang mengembangkan industri tekstil, dia menilai struktur industri tekstil di Tanah Air sudah cukup kuat untuk bersaing di pasar dunia.

"Perkembangan di semester 2 tahun 2019 ini juga cukup memuaskan dan mengalami pertumbuhan sampai 20 persen. Ini bisa membuktikan kalau potensi industri tekstil kita cukup besar dan hasil ekspor juga terbuka lebar. Asalkan kita bisa sama-sama saling support dari sektor hulu, tengah dan hilir," ujarnya disela kegiatan forum tersebut.

Selain itu, untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan impor, pemerintah pun mendorong para pelaku usaha memanfaatkan penggunaan bahan baku dalam negeri untuk industri tekstil, seperti serat rayon sebagai alternatif bahan baku selain kapas dan polyester.

Melalui kesepakatan bersama itu pula, Sigit berharap investasi yang dilakukan pada industri rayon dapat mendorong peningkatan kinerja produk TPT berorientasi ekspor sehingga Indonesia semakin dekat untuk merealisasikan target dalam ‘Making Indonesia 4.0’. Masih kata Sigit, Kemenperin pun telah mencatat kinerja ekspor industri TPT nasional dalam kurun tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2016 silam, berada di angka USD 11,87 miliar. Kemudian setahun berikutnya naik lagi diangkaUSD 12,59 miliar dan di 2018 dengan nilai USD 13,27 miliar.

"Mayoritas produk ekspor adalah pakaian jadi dengan persentase 63,1 persen. Lalu disusul benang, serat dan kain. Di 2019 ini, target ekspor kita USD 15 miliar. Jika impor bisa dikendalikan dan daya saing dalam negeri diperkuat, maka upaya itu sangat tepat dalam mewujudkan industri TPT nasional masuk ke jajaran lima besar dunia pada tahun 2030 mendatang," ungkapnya.

Sementara di lokasi yang sama, Asia Pacific Rayon (APR) sebagai salah satu pelaku usaha yang ikut hadir pada penandatangan kesepakatan tersebut menilai viscose rayon bisa menjadi motor baru bagi tekstil Indonesia di pasar dunia.

"Dengan berbagai keunggulan seperti berbahan baku dari bumi Indonesia, biodegradable, harga yang bersaing, rayon bisa menjadi alternatif sekaligus masa depan bahan baku tekstil Indonesia," kata Direktur APR, Basrie Kamba.

Hal senada dikemukakan juga oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat. Ade melihat viscose rayon yang memiliki sifat alami dan mudah terurai akan sangat membantu dalam meningkatkan nilai ekspor industri TPT di Tanah Air.


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang