Kamis, 22 Agustus 2019 15:28

558 Mahasiswa UPP Rohul Diwisuda, Irsadul Halim Sebagai Pemuncak

Universitas Pasir Pengaraian kembali keluarkan sarjana. Irsadul Halim berhasil menjadi pemuncak saat wisuda bersama 558‎ mahasiswa lainya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sebanyak 558‎ mahasiswa/ mahasiswi Universitas Pasir Pengaraian (UPP) Kabupaten Rokan‎ Hulu (Rohul), diwisuda di Convention Hall Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, Kamis (‎22/8/2019).‎

Sesuai catatan panitia, 558 mahasiswa/ mahasiswi UPP yang diwisuda, melalui Sidang Terbuka Senat UPP Wisuda XIII Program Sarjana dan Diploma III, merupakan dari enam fakultas dengan 15 program studi (Prodi), terdiri 11 orang dari Diploma III Kebidanan, dan selebihnya 547 orang dari program Strata satu (S1).‎

Sebagai pemuncak diraih oleh Irsadul Halim SH dari Fakultas Hukum. Warga Kaiti Desa Rambah Tengah Barat Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu ini meraih predikat cumlaude setelah mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 3,89.‎

Berdasarkan catatan panitia, 558 mahasiswa/ mahasiswi yang menjalani wisuda, terdiri 11 orang dari DIII Kebidanan, dan sisanya 547 orang lagi dari program Strata satu (S1) berbagai fakultas.‎

Sidang Terbuka Senat Universitas Pasir Pengaraian Wisuda XIII Program Sarjana dan Diploma III, dipimpin Rektor UPP DR. Adolf Bastian M.Pd, dihadiri Bupati Rokan Hulu H. Sukiman diwakili Asisten III Setdakab Rokan Hulu Dipendri, Dewan Pembina Yayasan Pembangunan Rokan Hulu Drs. Achmad M.Si, serta perwakilan dari Ristekdikti.‎

‎Hadir juga empat pendiri UPP yang awalnya masih bernama Politeknik Pasir Pengaraian (Polipera)‎ sejak berdiri 2002 dengan jumlah alumni sekira 262 orang, seperti DR. Irwan Effendi M.Si, Drs. Usman Malik M.Sy, Drs. Ridwan Melay, dan Nasrul Hadi ST, MT.‎

Pada sambutannya, Rektor UPP Adolf Bastian, mengatakan rata-rata alumni UPP telah bekerja di pemerintahan dan instansi yang ada di Indonesia.‎

Sampai saat ini, kata Adolf, mahasiswa UPP sekira 3.077 orang, dan jumlah tersebut akan terus bertambah, menyusul pada September 2019 akan dibuka penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2019/2020.‎

Adolf mengatakan UPP terus komitmen dalam memajukan UPP, apalagi Pemkab Rokan Hulu sendiri telah dicanangkan program "Satu Keluarga Satu Sarjana".‎

Selain itu, sambung Adolf, UPP juga ikut membantu Pemkab Rokan Hulu dalam peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)‎. UPP bukan hanya sekedar memberikan ilmu sesuai Prodi, namun berusaha agar mahasiswa/ mahasiswi berjiwa enterpreneur.‎

Adolf mengharapkan di zaman serba teknologi saat ini, alumni UPP bukan hanya sekedar mengejar dunia kerja, namun bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan.‎

"Para mahasiswa dan mahasiswi UPP sudah dibekali ilmu enterpreneur selama perkuliahaan, dan diharapkan mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan nantinya," harap Adolf.‎

Selain itu, Adolf juga berterima kasih kepada para pendiri Polipera di 2002 silam, dimana saat ini kampus ini telah berganti nama UPP.‎

Adolf juga berterima kasih kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Rokan Hulu yang telah bersumbangsih demi kemajuan UPP, salah satunya membangun jalur dua ke kampusnya yang saat ini tahap pengerjaan, termasuk membantu biaya operasional kampusnya.‎

Trik Pintar dari Irsadul Halim‎, Anak Petani Peraih Pemuncak‎

Terlepas itu, ‎Irsadul Halim dari Fakultas Hukum mengaku bangga setelah dirinya meraih predikat sebagai‎ pemuncak atau IPK tertinggi dari enam fakultas.‎

Anak pasangan dari Alhuda dan Marsida‎ ini menerangkan prestasi sebagai pemuncak ini dipersembahkan dirinya untuk kedua orang tuanya‎, keluarga besarnya, serta untuk istri dan kedua anaknya.‎

Anak petani‎ ini mengaku predikat sebagai pemuncak yang baru diraihnya tersebut merupakan sebuah proses, doa dari kedua orang tuanya, dan tentunya dukungan penuh dari keluarga besarnya, termasuk anak dan istrinya.‎

Halim berpesan kepada mahasiswa/ mahasiswi yang belum menyelesaikan studinya untuk semakin giat, sehinggi hasilnya lebih baik dari wisudawan/ wisudawati tahun ini.‎

Halim mengungkapkan untuk meraih pemuncak, dirinya tetap belajar serius, konsisten, dan melaksanakan semua tugas diberikan dosen dengan baik.‎

"Kalaupun dalam proses perjalanannya ada rintangan itu sebenarnya bukan hambatan, tapi justru tantangan. Ya jadi harus dijalani dengan serius," pesan Halim, dan mengatakan pendidikan tidak berbatas dengan usia.‎***(zal)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang