Rabu, 21 Agustus 2019 13:15

Terkait Permasalahan Sungai Hulubandar, Lurah Pelalawan Akan Kumpulkan Para Tokoh

Lurah Pelalawan akan mengumpulkan sejumlah tokoh untuk membahas tentang Sungai Hulubandar.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Dalam upaya menemukan solusi yang tepat yang berdasarkan tinjauan dari berbagai sisi  maka dalam waktu dekat kelurahan Pelalawan bersama Camat Pelalawan akan mengundang para tokoh dan pihak pihak yang terkait dari berbagai komponen yang ada untuk bersama-sama membicarakan solusi terbaik bagi pembahasan masalah Sungai Hulubandar yang kondisinya hari ini cukup memprihatinkan.

"Kita tidak mau gegabah mengambil tindakan, karena itu dalam waktu dekat kita akan undang tokoh masyarakat Kabupaten Pelalawan terutama yang berada di luar, termasuk juga jajaran Pemkab yang punya kaitan dalam rangka menemukan solusi yang tepat terhadap permasalahan yang ada," terang Lurah Pelalawan Tengku Makhruddin, Rabu (20/8/19).

      Makhruddin mengakui bahwa masalah Hulubandar bukan saja persoalan lingkungan yang rusak dan sebagai sumber kehidupan yang terganggu, tetapi yang juga tidak kalah pentingnya bahwa sungai tersebut adalah salah satu kawasan saksi sejarah tentang cikal bakal Kerajaan Pelalawan.

        Karena sebagai kawasan yang menjadi saksi sejarah maka dalam penyelesaian permasalahannya perlu melibatkan banyak pemikiran dan pandangan dari berbagai sumber, tambahnya.

        Ketika di tanya kapan waktu pertemuan itu, Makhruddin mengakui tanggal pastinya belum, terapi diperkirakan akhir bulan Agustus atau awal bulan depan.

       "Pertemuan itu akan kita lakukan di istana sayap Pelalawan, dan kita mengharapkan para tokoh yang mengerti dan peduli untuk dapat bersama-sama hadir nantinya," ujarnya.

        Lebih lanjut dikatakan selama ini banyak kita yang lupa bahwa Hulubandar merupakan kawasan penting bagi permulaan bangkitnya Pelalawan, dan hingga saat ini belum ada kajian untuk membuka keterangan lebih jelas mengenai apa dan bagaimana kawasan ini dulunya dan sudah berapa lama kawasan ini terbuka.

       "Sepengetahuan saya belum ada kajian sejarah rentang itu, dan kedepan hal itu patut dilakukan,dan dalam menjaga kemungkinan adanya begitu banyak peninggalan sejarah yang belum tergali maka kita harus mengamankan lokasi Hulubandar" ujar Makhruddin yang pernah tinggal di sungai yang dulunya terkenal pula dengan sebutan Sungai Rasau itu," ujarnya.

        Lurah yang lebih akrab dengan panggilan Ude itu menyebutkan pihaknya merasa berterimakasih karena telah disadarkan oleh banyak pihak tentang betapa pentingnya kawasan ini sebagai titik sejarah yang nantinya bukan saja bagi Pelalawan terapi juga Riau dan bahkan Nasional.

         Menurutnya dia juga sudah membicarakan persoalan ini dengan Sultan Pelalawan Tengku Kamaruddin, " Beliau mengharapkan agar di musyawarahkan secara bersama sama sehingga didapat solusi terbaik bagi kepentingan daerah," ujar Ude.

      Menyangkut normalisasi sungai menurut Ude, untuk saat ini kita belun bicara soal tindakan pisik tetapi lebih kepada pembicaraan strategis berupa sikap dan keputusan yang lebih penting, karena ini masalah yang perlu pertimbangan lebih luas sebab menyangkut Kepentingan yang lebih besar.*(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang