Senin, 19 Agustus 2019 20:28

Korupsi Pembangunan Gedung Fisipol Unri,
Jaksa Nyatakan Banding Atas Vonis Dosen dan Kontraktor

Jaksa nilai vonis dua terdakwa korupsi pembangunan gedung Fisipol Unri terlalu ringan. JPU Kejari Pekanbaru nyatakan banding ke tingkat pengadilan tinggi.

Riauterkini-PEKANBARU-Vonis hukuman dua terdakwa korupsi pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unri, dinilai jaksa terlalu ringan. Sehingga jaksa penuntut Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru yang menyidangkan perkara terdakwa DR Zulfikar Jauhari, dosen Unri dan Beni Johan, Direktur CV Reka Cipta Konsultan, menyatakan banding ketingkat pengadilan tinggi.

" Hari ini kita sampaikan pernyataan banding ke Pengadilan Tinggi Riau, melalui Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru," ucap jaksa penuntut Nofrizal dan Lusimanmora kepada riauterkini.com, Senin (19/8/19) sore.

Pernyataan banding ini dilayangkan, karena vonis kedua terdakwa yang dijatuhkan majelis hakim dinilai lebih ringan dari tuntutan kita. Dimana sebelumnya terdakwa Zulfikar dituntut hukuman pidana penjara selama 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Dan terdakwa Beni Johan dituntut hukuman selama 3 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsider 6 bulan. Selain itu Beni juga diwajibkan membayar kerugian negara Rp 43 juta. Jika tidak dibayar, maka dapat diganti (subsider) selama 1 tahun 10 bulan," katanya lagi.

Sebelumnya, pada sidang putusan Kamis kemarin. Majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan. Kedua terdakws dihukuman masing masing selama 2 tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. Dan kerugian negara dibebankan kepada terdakwa Beni Johan, selaku konsultan perencana. Beni diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 43.200.000.

Zulfikar dan Beni Johan, dihadirkan ke persidangan atas tindak pidana korupsi pembangunan gedung Fisipol Unri pada tahun 2012 lalu,

Dimana pembangunan gedung senilai Rp 9, 5 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan Tahun 2012 itu, telah terjadi penyimpangan anggaran yang dilakukan kedua terdakwa secara bersama dengan Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II. Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor (telah divonis) dan Ekki Ganafi (berkas terpisah).

Penyimpangan itu sudah terlihat dari awal proses lelang yang gagal hingga dua kali, hingga panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.

Akhir Desember 2012, pekerjaan tidak selesai, hanya sekitar 60 persen tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Rekanan juga tidak dikenakan denda. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp 940.245.271,82.

Masih dalam perkara ini. Pada Kamis 27 Desember 2018 lalu. Hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Bambang Myanto SH. Telah Menjatuhkan vonis pidana penjara terdakwa lainnya yakni, Heri Suryadi, mantan Pembantu Dekan (PD) II dan Ruswandi, Komisaris PT Usaha Kita Abadi selaku kontraktor. Dengan pidana penjara masing masing selama 2 tahun denda Rp 50 juta subsider 3 bulan. ***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang