Sabtu, 17 Agustus 2019 18:12

Pijar Melayu Tantang Gubri Buktikan Tertibkan Lahan Illegal

Pijar Melayu minta Gubri tepati janji untuk tertibkan lahan ilegal yang ada di Riau. Rocky Ramadani tak ingin itu hanya ungkapan gubernur saat kabut asap menjadi sorotan nasional.

Riauterkini - PEKANBARU - Pernyataan Gubri yang berjanji akan menertibkan lahan ilegal di Provinsi Riau mendapat dukungan dari Pijar Melayu. Hal ini dikemukakan Direktur Eksekutif Pijar Melayu, Rocky Ramadani pada Jumat (15/8/19).

“Kami menyadari sepenuhnya persoalan utama di Provinsi Riau adalah persoalan lahan, baik ketimpangan kepemilikan lahan antara masyarakat baik kalangan petani biasa dengan petani berdasi dan korporasi perkebunan. Keberadaan lahan yang luas yang disinyalir Gubri mencapai 1 juta hektar merupakan bukti keruwetan sistem pertanahan di tanah bumi Melayu Riau," kata Rocky, Mahasiswa Pasca Sarjana UIR Jurusan Manajemen Agribisnis ini.

Meski demikian, Rocky menyangsikan pernyataan Gubri tersebut dapat diwujudkan dalam tindakan konkrit sehingga menyelesaikan benang kusut masalah pertanahan di Riau.

“Jangan-jangan pernyataan tersebut sekedar pernyataan emosional yang dikemukakan dikarenakan sengkarut kabut asap di Riau yang kini menjadi sorotan Nasional. Apalagi Gubri tidak merinci dugaan keterkaitan karhutla dengan keberadaan lahan ilegal," ujar Ketua PW HIMMAH Riau Ini.

Lebih lanjut Rocky mengemukan persoalan agraria di Riau sebenarnya telah diselidiki secara mendalam oleh pansus monitoring dan evaluasi perizinan lahan yang diketuai oleh legislator Suhardiman Amby yang menemukan begitu banyak lahan perkebunan tanpa HGU sehingga menunggak pajak.

“Kami menantang Gubernur Riau untuk meneruskan temuan tersebut kejalur hukum agar rakyat Riau tau bahwa Gubri tidak hanya berani memperkarakan suporter PSPS namun juga berani berhadapan dengan mafia perkebunan yang memiliki back up kuat," ungkapnya.

Menurutnya, komitmen untuk satu barisan dengan siapapun yang memiliki kemauan politik untuk mewujudkan keadilan pertanahan di Provinsi Riau termasuk mendukung langkah Gubernur Syamsuar untuk perang dengan mafia pertanahan dan perkebunan.

“Kami meyakini bahwa karhutla berhubungan erat dengan keberadaan lahan ilegal dan lemahnya penegakan hukum. Jika 2 hal ini tidak ditangani maka yang akan terjadi hanya pengulangan bencana asap," ungkap Rocky. (rls/mok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang