Sabtu, 17 Agustus 2019 10:38

Hulubandar Memprihatinkan, Sultan Pelalawan ke-10 Minta Kepedulian Semua Pihak

Kondisi Sungai Hulubandar sangat memprihatinkan. Sultan Pelalawan ke-10 minta seluruh pihak peduli.

Riauterkiini-PANGKALANKERINCI- Sultan Pelalawan ke-10 H. T. Kamaruddin Harun bin Sultan Syarief Harun, menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat yang ada untuk dapat memberikan perhatian terhadap kondisi Sungai Hulubandar yang kondisinya kini cukup memperihatinkan.

        Harapan ini di sampaikan Sultan Kamaruddin Harun, Sabtu (17/8/18) ketika diminta tanggapannya terkait kondisi Hulubandar yang kini sedang menjadi pembicaraan.

       Lebih lanjut Sultan menekankan sungai Hulubandar memiliki makna penting, baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai kawasan sejarah yang sangat penting bagi kerajaan Pelalawan.

"Saya menghimbau terutama masyarakat dan juga pemerintah daerah untuk dapat menjaga Sungai yang memiliki nilai sejarah tersebut," ujarnya.

       Pada sisi lain Sultan juga mengingatkan kepada semua pihak untuk memperbaiki kondisi yang ada kearah yang lebih baik, "Suatu kaum tidak akan berubah kecuali adanya keinginan dari kaum itu, sendiri," jelasnya sambil membacakan ayat Al Qur'an.

Sehubungan dengan adanya wacana untuk melakukan normalisasi Sungai  sejumlah kalangan mengharapkan agar berhati-hati. "Sungai itu saya yakin menyimpan begitu banyak benda benda yang bernilai sejarah, penggalian Sungai di lakukan secara sembrono akan dapat menghancurkan benda-benda yang bernilai sejarah tersebut," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebaiknya sebelum melakukan normalisasi Sungai harus di musyawarahkan terutama oleh instansi terkait, seperti pariwisata, lingkungan hidup dan pemuka adat.

       Malahan di sarankan langkah normalisasi merupakan langkah terakhir dari penyelesaian persoalan yang ada. "Artinya kita diskusikan dulu, di lakukan pertimbangan dari segala sisi, setelah itu baru kita tentukan langkah yang akan diambil," imbuhnya.

       Menurutnya, yang diinginkan bukan sekedar menyelesaikan masalah sesaat, tetapi penyelesaian dalam waktu yang panjang, " saya pikir perlu kita libatkan pakar baik sejarah, lingkungan, maupun antropolog, agar titik penyelesaian nya benar benar tuntas," tandasnya.***(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang