Rabu, 14 Agustus 2019 13:52

IKPS Minta Lurah dan Camat Undang Tokoh Masyarakat Bahas Ancaman terhadap Sungai Hulubandar

Sungai Hulubandar yang memiliki nilai sejarah, kini keberadaannya mulai memprihatinkan. Ikatan Keluarga Pelalawan di Pekanbaru mengimbau lurah dan camat setempat untuk mengundang tokoh masyarakat membahasnya.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Sekretaris Ikatan Keluarga Pelalawan di Pekanbaru, Azwar Rahman meminta kepada lurah, dan camat Kecamatan Pelalawan untuk secepatnya mengundang para tokoh Pelalawan baik yang ada di kabupaten maupun Provinsi untuk melakukan musyawarah terkait dengan nasib sungai Hulubandar yang kondisinya memprihatinkan.

"Kita minta lurah dan camat berinisiatif undang para tokoh untuk membahas lebih jauh permasalahan yang ada," terang Azwar Rahman saat diminta pendapat terkait kondisi Sungai Hulubandar yang terancam, Rabu (14/8/19).

      Azwar mengakui bahwa banyak orang lupa bahwa Sungai Hulubandar memiliki nilai sejarah begitu penting bagi Pelalawan, sehingga keadaannya dan kelestarian sungai yang juga disebut Sungai Rasau itu terabaikan.

       Ditambahkan bahwa Sungai Hulubandar sempat menjadi pusat kekuasaan bahkan permukiman puluhan ribu masyarakat kerajaan Pelalawan. "Sungai ini diyakini menyimpan begitu banyak peninggalan sejarah yang belum tergali. jika sungai ini hancur maka sama dengan kehancuran sejarah," ujarnya.

       Pada konteks lain Hulubandar merupakan juga sumber kehidupan dan salah satu sumber air bersih, karena itu hendaknya semua pihak harus menyadari persoalan yang ada.

        Karena itu menurut, ketua partai berkarya Kabupaten Pelalawan itu, semua pihak termasuk Perusahaan harus memperhatikan, jangan usaha mereka sampai menciderai pihak lain.

        Menurut Azwar masalah yang terjadi pada Sungai Hulubandar bukankah masalah sepele dan di selesaikan begitu saja, tetapi harus dilakukan penyelesaian yang menyeluruh, "ini Sungai benar benar aset penting bukan saja bagi lurah Pelalawan, tetapi juga aset penting bagi Daerah bahkan nasional, Sebab jejak sejarah di kawasan Kerajaan Pelalawan pusatnya di Sungai Hulubandar.

       Atas pertimbangan itu ia,  meminta agar semua pihak, baik masyarakat, pemerintah lurah kecamatan bahkan kabupaten, provinsi bahkan nasional untuk dapat memperhatikan masalah ini, intimnya memang mau atau tidak mau Sungai Hulubandar harus dilestarikan dan harus tetap terjaga.*(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang