Selasa, 13 Agustus 2019 17:14

Bupati Siak Inspektur Upacara Apel Siaga Karlahut Gapki Riau

Bupati Siak menjadi inspektur upacara pada apel siaga Karlahut yang digelar Gapki Riau di Komplek Astra Agro Lestari.

Riauterkini-PEKANBARU- Bupati Siak, Alfedri menjadi inspektur upacara pada apel siaga Karlahut yang digelar Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau bekerjasama dengan Kimia Tirta Utama (KTU) yang merupakan anak perusahaan Astra Agro Lestari di Koto Gasib Siak, Selasa (13/8/19).

Bupati Siak, Alfedri dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara mengatakan bahwa apel siaga merupakan spirit dalam rangka penanganan karlahut bukan hanya di Siak, juga di Riau maupun provinsi lainnya di Indonesia.

Menurutnya, dampak karlahut adalah bencana asap yang dapat merugikan masyarakat banyak. Baik kesehatan, ekonomi maupun pendidikan. Karena melihat bencana asap di 2014-2015 lebih dari 2 bulan anak sekolah diliburkan, penerbangan di tiadakan dan lainnya.

"Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk penanganan. Baik dari darat dengan mengerahkan seluruh daya upaya maupun udara melalui hali water bombing maupun hujan buatan. Dan itu tidak murah dan dibiayai oleh uang rakyat," terangnya.

Dukungan dari perusahaan menurut Bupati Siak sangat luar biasa. Baik melalui warga yg tergabung dalam masyarakat peduli api maupun secara langsung ke lokasi karlahut. Mereka semua berjibaku dalam penanganan karlahut. Baik dari kepolisian, angkatan darat, angkatan udara, Manggala Agni dan lainnya.

"Saya minta pelaku aksi kebakaran hutan dan lahan dilakukan sanksi tegas dalam hukum. Baik itu perorangan maupun korporasi," katanya tegas.

Manajer Fire Protection Peatland and Green House Guest, Ahmad wahyudi mengatakan bahwa hari ini digelar apel siaga karlahut kerjasama antara Gapki bersama KTU dengan slogan mari cegah karlahut untuk menuju kabupaten Siak hijau.

Menurutnya, upaya yang dilakukan Pemkab Siak untuk penanganannya sudah maksimal. Untuk itu seluruh perusahaan sawit turut serta dalam membantu penanganan karlahut di Siak.

"Kebakaran hutan dan lahan berdampak sangat besar pada kesehatan dan ekonomi warga. Kami dari Astra Agro Lestari sudah melakukan berbagai upaya untuk melakukan penanganan," tambahnya.

Disinggung desa binaan KTU untuk upaya pencegahan Karlahut, Ahmad Wahyudi mengatakan bahwa ada 4 desa di ring satu yang sudah dibentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Yaitu desa Teluk rimba, Buatan 1, Pangkalan Pisang dan Kuala Gasib. Ada 5 anggota MPA per desa.

"Selain memberikan pelatihan penanganan dini jika terjadi karlahut, MPA desa desa binaan KTU juga mendapatkan bantuan peralatan seperti mesin air, selang dan lainnya. Termasuk himbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dalam membuka lahan," katanya.

Sementara itu, Maryanto dari Gapki Riau mengatakan bahwa cuaca saat ini sangat ekstrem yang melanda Indonesia pada umumnya. Untuk itu apel siaga ini merupakan momentum agar semua pihak lebih dalam waspada dan lebih siaga dalam penanganan karlahut.

Bulan Juni lalu, tambahnya, Gapki sudah memberikan surat kepada seluruh perusahaan anggota Gapki untuk waspada dan siaga akan terjadinya karlahut. Ini menjadi earlier warning dalam kejadian karlahut.

"KTU yang merupakan salah satu perusahaan anggota Gapki sudah yang menerapkan early warning sistem dalam penanganan karlahut nya. Dari SMS pantau api, menara pantau api hingga penanganan api dalam pelatihan pencegahan kebakaran kepada MPA-MPA bagaimana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan secara cepat yang dibina oleh perusahaan anggota Gapki," katanya.*(H-we) WSSI, KTU, Polda Riau,anggapan Agni, Damkar Koto Gasip, Polsek Koto Gasip, TNI dan PU


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang