Senin, 12 Agustus 2019 11:05

Trauma Bencana Asap.2015, Asperindo Riau Minta Penanganan Karlahut Optimal

Berkaca bencana kabut asap 2015 merugikan banyak pihak, Asperindo minta pemerintah meningkatkan penanganan Karlahut.

Riauterkini-PEKANBARU- Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera I Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik (ASPERINDO), Yana Mulyana, Senin (12/8/19) menyayangkan dan kecewa dengan musibah asap yang kembali menimpa beberapa kawasan di Riau termasuk Pekanbaru.

Jangan sampai tragedi tahun 2015 kembali terjadi, karena saat itu asap mengepung Pekanbaru dan daerah disekitarnya hampir 3 bulan dan semua menanggung akibatnya bukan hanya kesehatan masyarakat yang terancam tapi sektor bisnis utamanya pengiriman barang kena dampak yang sangat signifikan dimana seluruh anggota ASPERINDO mengalami kerugian yg luar biasa karena bandara SSK II tidak bisa melayani penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan.

"Semestinya pemerintah daerah bertindak cepat dan mengerahkan segala upaya untuk memadamkan kebakaran hutan yang mengakibatkan asap kembali menyelimuti Pekanbaru. Masyarakat akan merasakan langsung bagaimana akibat dari pencemaran udara ini. Yang pasti udara sungguh tidak layak dihirup," ujarnya.

Ia yakin akan banyak korban dari masyarakat yang terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) jika udara sedemikian buruk. Yana berharap agar pemerintah daerah Riau dapat lebih sensitif dengan musibah asap ini.

"Masa hanya dari tahun 2016, 2017 dan 2018 saja masyarakat Riau merasakan udara bersih? Bukankah sudah hampir 12 tahun masyarakat Riau merasakan musibah jerebu ini? Jangan sampai tahun 2019 dan tahun tahun berikutnya masyarakat Riau harus terus menerus dihadiahi asap" pungkasnya.*(H-we)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang