Senin, 22 Juli 2019 16:55

Kadisparbud Rohul Apresiasi Tari Goa Si Kafir Juara III di Parade Tari Provinsi Riau 2019

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hulu mengapresiasi Tari‎ Goa Si Kafir meraih juara III (tiga) di Parade Tari Provinsi Riau 2019.



Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Drs. Yusmar M.Si, mengapresiasi Tari‎ Goa Si Kafir meraih juara III (tiga) di Parade Tari Provinsi Riau 2019.

Penari binaan Disparbud Kabupaten Rokan Hulu harus puas meraih juara ketiga di Parade Tari Provinsi Riau 2019. Sedangkan juara pertama dan juara kedua diraih penari dari Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Siak.

Kepala Disparbud Rokan Hulu‎, Yusmar, mengatakan meski hanya meraih juara ketiga, namun penari binaan dinasnya telah berusaha keras sebelumnya, dan merasakan bagaimana rasanya berkompetisi di tingkat provinsi.

"Parade tari bukan hanya sebagai ajang kompetisi seni, tetapi sebagai media memperkuat dan mendalami identitas negeri," jelas Yusmar kepada riauterkinicom, Senin (22/7/2019).

Pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setdakab Rokan Hulu ini mengatakan Parade Tari merupakan even bagi pecinta dan peminat seni, khususnya seni tari yang ada di Provinsi Riau yang dilaksanakan mulai 20 Juli sampai 21 Juli 2019.

Hampir seluruh kabupaten/ kota unjuk kebolehan, dan menampilkan karya seni tari, dengan menggali dan membangkitkan sejarah atau peristiwa sampai cerita yang mempunyai nilai-nilai yan dari daerahnya masing-masing, sebagai salah satu bentuk identitas negeri dalam rangka memperkaya khasanah kebudyaan dan peradaban daerah.

"Karena diyakini, baik sebagai pribadi, kelompok, daerah sampai pada tatanan negara, apabila berhasil mempunyai identitasnya sendiri yang membedakannya dengan yang lain, maka baik pribadi, kelompok, daerah sampai negara akan dapat lebih maju dari yang lainnya," kata Yusmar.

Mantan Kadistamben Rokan Hulu dan Kadisdukcapil Rokan Hulu ini menambahkan, tarian asal Negeri Seribu Suluk terus mengalami perkembangan, setelah aadanya pemekaran wilayah dari Kabupaten Kampar, dalam kurun waktu dua dekade terahir.

Setelah dimekarkan dari Kabupaten Kampar,‎ dengan tidak bermaksud meninggalkan identitas lama,‎ Kabupaten Rokan Hulu terus menggali seni budaya yang ada di daerahnya.

"Akan tetapi, mau tak mau dan suka tak suka, identitas yang ada kadang lebih dekat dengan induknya, atau bahkan lebih dekat dengan pecahannya. Maka harus digali dan didalami identitas yang sesuai dengan wilayahnya," ujarnya.

Yusmar mengaku parade tari memang telah berlangsung puluhan tahun, namun belum banyak daerah yang menemukan identitas daerahnya melalui seni tari diiringi musik yang khas dan spesifik.

Rokan Hulu sendiri, sambung Yusmar, bisa disebut sebagai salah satu kabupaten/ kota di Riau yang telah menemukan identitas daerahnya, khususnya dua tahun terakhir, dengan salah satu alat musik pengiring yang berbeda dengan daerah lain, yaitu musik gambang dengan irama khas mengacu nuansa shalawat, serta cerita dan nyanyian masyarakat tempo dulu, termasuk irama ondou.

Meski juara di setiap kompetisi merupakan tujuan utama, apalagi di Parade Tari Riau 2018 Rokan Hulu meraih juara pertama dan juara umum, namun diakui Yusmar juara ketiga merupakan suatu usaha keras.

‎"Rokan Hulu harus komit dan konsisten dalam mempertahankan identitas yang sudah didapat dengan tetap mendalami dan menggali terus keunikannya agar semakin jelas terlihat perbedaan dan keunggulannya," kata Yusmar.

"Sehingga dengan terbentuknya identitas tersebut, Rokan Hulu diyakini akan lebih cepat maju karena membangun dirinya di atas kekuatan dan pondasi sendiri," pungkas Kepala Disparbud Kabupaten Rokan Hulu, Yusmar.***(Adv/ Pemkab Rokan Hulu)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang