Jum’at, 19 Juli 2019 16:34

Tuntut Diskualifikasi NJ, Puluhan Massa Geruduk Kantor KPU Pekanbaru

Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Riau Bersatu (AMRB) kembali geruduk kantor KPU Pekanbaru. Menuntut penyelesaian perkara dugaan suap yang dilakukan Anggota DPRD Riau berinisial NJ kepada Ketua KPPS berinisial Is.

Riauterkini - PEKANBARU - Setelah pekan lalu kunjungi KPU Pekanbaru, hari ini massa AMRB kembali datangi kantor KPU kota Pekanbaru yang terletak di jalan Arifin Ahmad. Dalam aksinya massa orasikan beberapa point tuntutan kepada pihak KPU Pekanbaru terkait dugaan suap yang dilakukan oleh Anggota DPRD Riau, NJ kepada salah satu ketua KPPS berinisial Is. Diantaranya yakni meminta KPU Pekanbaru diskualifikasi NJ.

"Kami meminta KPU Pekanbaru untuk memdiskualifikasi NJ karena dugaan terbukti melakukan penyuapan kepada saudara Is selaku ketua PPS kelurahan pesisir Kecamatan Lima Puluh," terang Mutaqin Nasri Koordinator Umum kepada riauterkini.com.

Bukan hanya itu, massa juga mendesak KPU Pekanbaru untuk memberi sanksi tegas kepada oknum yang terduga telah melakukan pelanggaran penyuapan kepada ketua KPPS Kelurahan pesisir Kecamatan Lima puluh Is. Selain itu massa juga meminta KPU Pekanbaru untuk mengaji ulang atas pemasalahan penyuapan ini karena sudah jelas terbukti bahwasanya KPU Kota Pekanbaru telah memberikan sanksi tertulis kepada saudara IR selaku ketua KPPS kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh.

"Sebelumnya kami menduga adanya kongkalikong antara oknum NJ dengan pihak BAWASLU Pekanbaru Karena KPU Kota Pekanbaru sudah menyatakan terbukti melakukan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara pemilu dan KPU sudah memberikan sanksi peringatan tenulis Kepada Is. Namun ternyata sanksi itu akibat Is melanggar kode etik karena relah memilih anggota KPPS tanpa memberitahukan kepada KPU," katanya.

Sementara menanggapi massa aksi ini,KPU Pekanbaru memanggil 10 perwakilan massa untuk berkomunikasi. Dari diskusi itu, KPU mengaku dalam perkara mendiskualifikasi ini bukan merupakan wewenangnya. Untuk itu, massa disarankan untuk mengawal kasus ini di Polresra Pekanbaru. Dan jika terbukti bersalah maka KPU Riau dapat mendiskualifikasi NJ.

"Kita akan kawal penangan kasus ini di Polresta Pekanbaru. Nanti kita juga akan pertanyakan kepada penyidik terkait banyaknya saksi yang tidak memenuhi pemanggilan pemeriksaan. Sementara untuk tuntutan diskualifikasi diterangkan KPU Pekanbaru yang berweang adalah KPU Riau," Ujar Mutaqin setelah berkomunikasi dengan pihak KPU Pekanbaru.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang