Kamis, 18 Juli 2019 16:58

Merasa Tertipu, Nasabah PT RFB Akan Lapor ke Polisi

Seorang nasabah PT RFB Pekanbaru merasa tertipu dengan iming-iming besar oleh perusahaaan. Ia berencana mengambil jalur hukum dengan melaporkan ke polisi.

Riauterkini - PEKANBARU - Syafarli M yang merupakan warga Rengat, Indragiri Hulu mengaku tertipu dengan melakukan inventasi Rp200 juta di PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Pekanbaru. Ia merasa tertipu dengan diiming-imingi keuntungan yang besar oleh marketing PT RFB.

Dijelaskan Syafarli kepada riauterkini.com Ia mulai investasi pada 23 April 2019 dengan menanamkan modal hingga Rp 200 juta. Sementara pada 28 April 2019 Ia kembali menambah modal (Top Up) sebesar Rp25 juta.

"1,5 bulan modal saya sudah minim dan sekarang sudah di tutup oleh PT RFB. Saya juga terus dirayu untuk menambah modal lagi agar modal awal saya bisa kembali seperti semula," Katanya.

Namun, rayuan itu ditolak Syafarli karena dia merasa tertipu dalam transaksi tersebut. Ia menilai tim PT RFB sudah terlatih untuk melakukan penipuan terhadap nasabah dalam transaksi.

Dirincikannya, pertama melalui broker 1 dijelaskan keuntungan dalam bertransaksi. "Transaksi hanya berlangsung sedanlama tiga hari dan dalam keseparakan awal, saya bisa ambil modal kapan pun, tetapi mereka tidak memperbolehkan dan baru boleh setelah 5 hari. Saya masih disuruh transaksi lagi sementara modal yang susah masuk justru menyusut jauh," Katanya.

Lanjutnya, hari keempat, transaksi diambil alih oleh Broker 2, yang mana dinilai Syafarli bertugas untuk menghabiskan dan dengan sengaja merugikan nasabah. Dari situ katanya modal mulai berkurang secara bertahap. "Karena terus berkurang, saya memaksa broker untuk menutup modal saya, tapi saya tidak dikasih form penutupan dan penarikan. Bahkan saya tidak diajarkan untuk menutup akun sehingga saya tidak dapat mebqrik sisa modal. Malah saya terus dirayu untuk tidak menutup dan dijanjikan modal akan kembali. Bukan hanya itu saja, saya juga dirayu untuk menambah modal lagi agar modal yang masih tersisa aman," Bebernya.

Ketiga, Ia mengaku dibimbing oleh Wakil Pialang yang juga berjanji akan memperbaiki akun arau modal yang hanya tersisa sedikit. Bahkan siap untuk mengemvalikan modal. Dengan janji terwebut maka, Syafarli lantas menambah modal (top up),namun ceritanya justru dalam waktu satu minggu seluruh modal sudah habis.

Melihat kondisi ini, Syafarli berencana akan melaporkan perkara ini ke aparat berwajib. "Saya tengah konsultasi dengan pengacara. Saya juga sedang susun bukti-bukti percakapan dipesan whatsApp,"terangnya.

Sementara, menanggapi perihal ini Kepala PT Rifan Financindo Berjangka, Liwan saat dikonfirmasi menjelaskan sebelumhya pigaknya telah berkomunikasi langaung dengan nasabah (Syafarli) dan diajak untuk bertemu langsung. "Kita sudah kontak nasabah yang komplain dan kita ajak ke kantor untuk penjelasan. Namun pihak nasabah yang komplain tidak mau memenuhi undangan kami," terangnya.

Menurutnya, SOP kinerja di PT Rifan sangat ketat dan jelas. Di awal nasabah berinvestasi, sudah diberikan kontrak investasi. Dalam berinvestasipun pihak nasabah diberikan pin dan pasword yang hanya nasabah mengetahuinya untuk mengelola dananya. Wakil pialang hanya mendampingi dan memberikan konseling mengenai invsetasinya.

"Kartu dananya pasword serta pin nya di tangan nasabah. Kemudian pengelolaan dananya dilakukan sendiri. Sedangkan kami hanya memberikan pandangan mengenai investasi. Segala transaksi diserahkan sepenuhnya kepada nasabah. PT Rifan hanya mendapatkan fee transaksi dan biaya inap," terangnya.

Menurutnya, PT Rifan terbuka kepada seluruh nasabah untuk komplain atau konsulting. Ia mempersilahkan kepada nasabah untuk komplain maupun konseling terkait investasinya.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang