Kamis, 18 Juli 2019 10:14

Cari Solusi Penyelamatan, Komisi I DPRD Pelalawan Kunjungi AKN Bengkalis

Komisi I DPRD Pelalawan berkunjung ke Bengkalis. Mencari solusi penyelamatan AKN yang terancam tutup.

Riauterkini-BENGKALIS- Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pelalawan mengakui keresahannya, terhadap keberlanjutan dan eksistensi keberadaan Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang sudah dibentuk di daerah itu oleh pemerintah, dan sudah menjadi kebanggaan masyarakat setempat

Telah banyak yang dilakukan pemerintah mulai dari penyediaan lahan, bangunan, sarana-prasarana, sumber daya manusia namun AKN Pelalawan tak kunjung menjadi sebuah perguruan tinggi yang mandiri (satuan kerja). Bahkan pada tahun 2019/2020 ini AKN Pelalawan sama halnya dengan AKN Bengkalis tidak menerima mahasiswa baru seperti biasanya, dan ini menjadi pertanyaan besar bagi anggota legislatif tersebut.

Walaupun sebelumnya DPRD Pelalawan telah memanggil pengelola AKN Pelalawan untuk dengar pendapat, dan sudah dijelaskan oleh pengelola AKN Pelalawan bahwa tidak menerima mahasiswa pada tahun ini hanya bersifat sementara, karena pada tahun akan datang AKN Pelalawan akan menjadi PSDKU (Program Studi Diluar Kampus Utama) dari Politeknik Negeri Padang dan akan menerima kembali mahasiswa baru pada tahun ajaran 2020/2021.
Namun hal demikian menjauhkan dari harapan semula keinginan Kabupaten Pelalawan memiliki AKN, karena dengan menjadi PSDKU Politeknik Negeri Padang maka nama AKN Pelalawan tidak adalagi, dan apa jaminannya PSDKU ini bisa berkembang dan menjadi sebuah perguruan tinggi sendiri, yang ada daerah akan terus mengeluarkan dana dalam jumlah yang besar.

Untuk menjawab kerisauan itu, Komisi I DPRD Kabupaten Pelalawan melakukan kunjungan ke AKN Bengkalis pada hari Rabu (17/7/19) kemarin yang dipimpin oleh Abdullah, S.Pd (Fraksi PKS). Pada kunjungan ini rombongan DPRD langsung disambut oleh Alfansuri, ST.M.Scsebagai Ketua Pengelola AKN Bengkalis didampingi oleh Wakil Ketua Pengelola dan seluruh ketua program studi yang ada di AKN Bengkalis. 

Pada kunjungan tersebut DPRD Pelalawan bertanya sebenarnya apa yang terjadi pada Akademi Komunitas di Indonesia, mengapa pemerintah tidak mau memandirikan AKN yang sudah dijanjikan. Menurut Ketua Pengelola AKN Bengkalis, Alfansuri, yang juga pernah menjadi Ketua Tim Penegerian Politeknik Bengkalis ini menjelaskan, bahwa kondisi ini keinginannya pemerintah khususnya Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, menurut Alfan paling ada tiga sebab pemerintah seperti ini, pertama, hasil evaluasi empat AKN yang sudah mandiri (Satker) tidak mengalami perkembangan yang berarti, kedua, defisit anggaran, pemerintah tidak mau dibebankan terlalu besar anggaran AKN ini, disisi lain pemerintah memerlukan anggaran yang besar untuk membangun infrastruktur.

Ketiga, dengan mengembangkan AKN dimana perluasan akses yang dicapai tidak terlalu besar, karena AKN tidak dapat menerima mahasiswa dalam jumlah besar. Sedangkan kementerian senantiasa terus menargetkan peningkatan angka partisipasi kasar dari tahun ke tahun. 

"Pemerintah menyamaratakan semua daerah, padahal Kabupaten di Riau berbeda dengan daerah lain, APK Riau masih dibawah rata-rata nasional, Riau memiliki potensi yang sangat besar, daerah migas, perkebunan sawit terbesar, pulp and paper, memiliki beberapa kawan industri yang berkembang pesat dan Kabupaten di Riau memiliki kemampuan untuk membantu pembiayaan, istilahnya pembiayaan tidak sepenuhnya berasal dari kementerian," paparnya, Rabu (17/7/19) kemarin malam.

Alfansuri juga menceritakan keberadaan AKN Bengkalis sangat membantu masyarakat termarginal selama ini, yang tidak mampu, tidak memiliki akses, tidak terlalu pintar dan hidup dalam kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural khususnya masyarakat yang berada diperbatasan republik ini. Sudah banyak masyarakat terbelakang tersebut naik taraf hidupnya dengan anak-anak mereka bekerja di perusahaan besar, baik di Riau, Kep. Riau, Jakarta, kalimantan bahkan ada yang dimalaysia. Biasanya anak-anak kita perbatasan ini bekerja di Malaysia merupakan TKI non skill, hanya bisa menjadi buruh kasar pada sektor bangunan dan perkebunan namun setelah kuliah di AKN Bengkalis menjadi pekerja profesional, gajinya hingga 6.000 ringgit, bahkan tahun lalu perusahaan Multinasional di Jakarta datang khusus ke AKN Bengkalis melakukan proses perekrutment tenaga kerja. Sedikit banyak AKN Bengkalis telah berhasil mewujudkan cita-cita awalnya mengangkat derajat masayarakat yang tertinggal dan memutuskan mata rantai kemiskinan. Melihat kondisi AKN Bengkalis yang juga jelas statusnya saat ini sangat memilukan dan menyedihkan.

Perbincangan berbagi informasi dari masing-masing baik dari DPRD Pelalawan dan AKN Bengkalis, dan mengerucut apa solusi dari kondisi saat ini, dikatakan Alfansuri, untuk memperjuangkan seharusnya seluruh elemen bersatu dan bersama-sama. Sebenarnya AKN Bengkalis pernah menawarkan kepada pengelola AKN Pelalawan 2 tahun yang lalu untuk berjuang bersama-sama, namun belum mendapatkan tanggapan, bahkan kepada pengelola Siak, sudah sangat sering tawaran ini disampaikan karena jika tiga AKN di Riau bersatu yakni AKN Bengkalis, AKN Pelalawan dan AKN Siak, maka akan bisa membangun bergaining, tak dapat tiga satker minimal satu Satker. 

"Berhubung Siak yang berada di tengah-tengah antara Bengkalis dan Pelalawan, mungkin bisa saja namanya kita rubah menjadi AKN Riau, namun perkuliahan yang sudah eksisting di kabupaten masing-masing tetap berjalan sebagaimana biasanya, pusat direkorat dan administrasi yang berada di Siak," katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Alfansuri mempersilakan kepada DPRD Pelalawan untuk memperjuangkannya dan dari AKN Bengkalis siap mendukung dan bergabung, dan jika tidakpun AKN Bengkalis tetap berjuang sampai dengan awal 2020 ini. 
br<> "Dan apabila belum berhasil maka seluruh prodi di AKN Bengkalis akan kami leburkan ke induk, Politeknik Negeri Bengkalis," pungkas Alfansuri yang juga pernah menjadi Wakil Direktur I dan Wakil Direkut IV Politeknik Negeri Bengkalis.***(dik/rls)

Foto : Pertemuan antara Pengelola AKN Bengkalis dan Anggota Komisi I DPRD Pelalawan terkait 'nasib' kelanjutan AKN, Rabu (17/7/19).


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang