Selasa, 16 Juli 2019 15:38

Kasus Hukum PSPS Lanjut, Gubri Diam-diam Datangi Polda Teken BAP

Gubernur Riau akhirnya melaporkan penghinaan uporter PSPS terhadap dirinya. Syamsuar datangi Polda Jumat lalu untuk membuat BAP.

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau H Syamsuar diam-diam sudah datangi Polda Riau buat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait pelaporan penghinaan terhadap dirinya yang dilakukan suporter PSPS Riau yang menyebut dengan bahasa tak pantas.

Orang nomor satu di Riau ini mendatangi Polda Riau pada Jumat lalu. Kehadiran mantan Bupati Siak itu juga guna menandatangani BAP, guna proses hukum lanjutan kepada pihak terlapor atas nama koordinator PSPS, Doli San David, yang tergantung dalam Curva Nord 1995.

"Sudah pak Gubernur sudah BAP. Karena ini delik aduan, makanya pak Gubernur langsung hadir sekaligus menandatangani berkas acara pemeriksaan itu," kata Kepala Biro Hukum melalui Kepala Sub Bagian litigasi, Yan Dharmadi, Selasa (17/7/19).

Dengan begitu, Yan memastikan proses hukum atas penghinaan yang dilakukan suporter PSPS, Curva Nord 1955 terus berlanjut. Meski begitu Yan juga mengatakan, secara pribadi Gubernur Riau sudah memaafkan.

Lebih lanjut adanya tudingan balik dari pihak terlapor yang mengatakan kasus hukum yang sedang dihadapinya adalah salah alamat, dinilai Yan, tidak tepat.

Karena seharusnya terlapor bisa membedakan antara kluster pengaduan dan laporan (LP). Berbeda LP tersebut, diharapkan akan menjadi pintu awal masuk untuk memeriksa siapa bersalah dalam hal laporan penghinaan tersebut.

Terkait ada counter balek dsri Doli. Kita harus bedakan kluster pengaduan dan LP. Waktu pengaduan kita munculkan nama dia karena kita ingin mengambil dari hulu, karena selama ini yang muncul sebagai koordinator dia. Kan tiidak mungkin yang kita adukan semua suportir PSPS. Tentu siapa penanggung jawabnya.

"Delik aduan ini sebagai langkah awal. Aduan pertama itu sebagai pintu awal. Melalui terlapor ini penyidik akan melakukan pengembangan. Bukan berarti salah alamat," ungkap Yan lagi.

"Beliau merupakan pemimpin di Provinsi Riau bisa juga dikatakan org tua. Jadi tidak pantas diperlakukan seperti itu. Mengenai apakah ada upaya lain selain laporan ke Polda kita belum ada arahan dari pimpinan dan dari pihak suporter curva nord pun belum ada menghubungi kita. Dugaan pidana yang dilakukan para suporter dikaitkan dengan KUHP pasal 310 jo 315 jo 316," papar Yan.***(mok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang