Selasa, 16 Juli 2019 13:31

Dua Lagi Terdakwa Korupsi Penyelewengan Dana Cetak Sawah di Pelalawan Diadili.

Perkara korupsi proyek cetak sawah di Pelalawan berlanjut. Dua terdakwa lagi disidang di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua terdakwa korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Kabupaten Pelalawan yang merupakan splitan (berkas tambahan) dengan berkas terpidana Jumaling dan Kaharudin. Selasa (16/7/19) siang, disidangkan di pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Kedua terdakwa yang menyusul Jumaling dan Kaharudin itu adalah, M.Yunus dan Sutrisno. Terdakwa M.Yunus saat itu menjabat sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sedangkan Sutrisno menjabat sebagai kepala UPTD kecamatan Teluk Meranti, dan selaku koordinator lapangan.

Berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum Andre SH. Keduanya didakwa turut serta melakukan penyelewengan kegiatan bantuan cetak sawah di desa Gambut Mutiara kecamatan Teluk Meranti.

Berawal, tahunn 2012 Kelompok Tani (Poktan) Bina Permai Desa Gambut Mutiara, yang dipimpin Jumalingn mendapat bantuan dana hibah cetak sawah dari APBN melalui DIPA Ditjen Prasarana dan Prasarana Pertanian pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pelalawan sebesar Rp1 miliar.

Dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek yang dilakukan terpidana Kaharudin, selaku kontraktor pelaksana tak berjalan sebagaimana mestinya.

" Dari anggaran Rp1 miliar, kedua terdakwa selaku PPL dan Kepala UPTD yang turut serta dalam pelaksanaan kegiatan cetak sawah tersebut. Tak bisa mempertanggung jawabkan dana bantuan pemerintah. Sehingga negara dirugikan sebesar Rp750 juta," ujar JPU.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai pembacaan dakwaan perkara, majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan SH, menunda sidang selama, dengan agenda pemeriksaan saksi. Karena kedua terdakwa tidak mengajukan eksepsi.

Untuk diketahui, pada hari Senin tanggal 9 April 2018 lalu. Majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto SH, menjatuhkan vonis pidana penjara kepada terdakwa Jumaling dan Kaharudin masing-masing selama 6 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan penjara.

  Selain itu, kedua terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara. Untuk terdakwa Jumaling membayar uang pengganti Rp130.050.000 sedangkan Baharudin membayar Rp584.950.000.***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang