Kamis, 11 Juli 2019 19:29

Optimalkan Proses Belajar Mengajar Siswa, Disdik Pekanbaru Gabungkan 18 Sekolah

Disdik Pekanbaru telah menggabungkan 18 SDN menjadi 16 sekolah, untuk efisiensi dan memudahkan penataan. Efektir setelah serah terima kepala sekolahnya dilakukan.

Riauterkini - PEKANBARU - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menyatakan telah menggabungkan atau merger 18 Sekolah Dasar Negeri (SDN) menjadi 16 sekolah, untuk efisiensi dan memudahkan penataan.

"Penggabungan sekolah ini efektif setelah serah terima kepala sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan KotaPekanbaru, Abdul di Pekanbaru, Kamis (11/07/2019).

Abdul Jamal menjelaskam alasan Disdik melebur 18 SDN tersebut untuk memudahkan penataan sekolah karena sekolah-sekolah tersebut berada pada satu komplek gedung namun selama ini ada dua atau tiga sekolah negeri berbeda.

Selama ini masih ada sejumlah sekolah yang belum dilebur, lanjutnya, karena berbagai pertimbangan misalnya muridnya banyak di masing-masing sekolah itu, serta lokasi luas dan manajemen sudah bagus.

Namun, untuk sekolah yang dimerjer, jelas Jamal, diutamakan pada sekolah-sekolah yang selama ini menurut pantauan Disdik lingkungan dan penataannya kurang bagus, lantaran ada dugaan kurang sejalan antara kepala sekolah yang satu dan yang lain di dalam satu komplek tersebut.

"Kita bisa menilai, jika muncul persoalan dalam satu komplek kadang diduga karena adanya dua kepsek sama-sama memiliki kebijakan, akhirnya penataan sekolah kurang seirama," katanya.

Jamal menjelaskan, pengalamannya saat meninjau salah satu sekolah dalam satu komplek, sampah berserakan, dan ada persoalan lain juga. Ketika ditanya mengapa sampah begitu, kepala sekolah yang satunya bilang, itu karena sampah dari sekolah sebelah itu (salah satu dalam satu komplek-red), kalau beginikan repot," ungkapnya.

Ia menyebut salah satu sekolah dimerger berlokasi di Jl. Pepaya (belakang kantor Wako) dan yang tidak merjer di Jl. Imam Munandar.

Langkah penggabungan sekolah ini lanjut Jamal, kepsek dalam satu komplek dipindahkan salah satunya ke sekolah lain. Artinya, tidak ada lagi dua kepala sekolah dalam satu komplek itu. Sedangkan soal penggunaan gedung sekola atau ruang belajar siswa tidak diotak-atik, termasuk guru dan murid juga tidak keluar dari komplek itu.

"Sesungguhnya tidak ada yang berobah, ini dilakukan untuk mengefektifkan begiatan belajar mengajar (KBM). Jadi, tidak membuat bingung. Serta akan berjalan lebih efisien karena diatur dalam satu kepemimpinan yang sama. Secara teknis diserahkan kepada kepala sekolah yang menjabat itu," tambahnya.

Jamal berharap ke depan, penataan dan manajemen sekolah harus lebih baik. Adapun soal kekurangan ruang belajar atau gedung sekolah, Pemko Pekanbaru akan terus berupaya dengan kemampuan anggaran secara bertahap membangu ruang kelas baru (RKB) atau gedung sekolah baru.

"Memang kita masih butuh gedung sekolah seiring dengan bertambahnya tiap tahun usia sekolah," pungkasnya.

Dari beberpa sekolah yang dimerjer jadi satu, antara lain di Jalan Semangka Sukajadi dengan SDN 154 dan SDN 155 dijadikan SDN 153. Lalu ada SDN 156 Jalan Teratai akan dimerjer dengan SDN 10 Jalan A Yani dan SDN 01 untuk dijadikan satu di SDN 01. (dan)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang