Kamis, 11 Juli 2019 14:57

Edukasi Desa Peduli Gambut, BRG Jalin Kerjasama Bersama PT CPI

Badan Restorasi Gambut (BRG) dan PT CPI sepakat bekerjasama dalam edukasi Desa Peduli Gambut. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerjasama.

Riauterkini - PEKANBARU - Dalam kerjasama ini kedua belah pihak fokus dalam pengembangan Desa PeduIi Gambut. Dimana ada sekitar 21 desa atau kelurahan yang tersebar di Riau masuk dalam program ini. Terutama di kabupaten yang memang rentan akan terjadi karhutla. Seperti Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar.

"Target kita yakni mewujudkan restorasi ekosistem gambut di Riau hingga akhir 2020 nanti," Ujar Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi dan Kemitraan BRG Myrna A Safitri.

Program Desa Peduli Gambut (DPG), lanjut Myrna dilaksanakan melalui skema pendanaan APBN, kerja sama dengan LSM dan pihak swasta. Sejauh ini sudah terdapat 363 desa dan kelurahan yang didampingi di 7 provinsi prioritas restorasi gambut. "Kami menyadari bahwa restorasi gambut khususnya penyiapan dan penguatan masyarakat memerlukan sinergi dengan semua pihak. BRG terbuka dengan kerja sama yang efektif dan berdampak Iangsung pada masyarakat," bebernya.

Rincinya, program DPG ini meliputi kegiatan edukasi masyarakat, peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan, fasilitasi pembentukan kawasan perdesaan, perencanaan tata ruang desa dan kawasan perdesaan, identifikasi dan resolusi konflik, pengakuan dan Iegalisasi hak dan akses, kelembagaan untuk pengelolaan hidrologi dan Iahan. Kemudian meliputi pula kerja sama antar desa, pemberdayaan ekonomi, penguatan pengetahuan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi bencana kebakaran gambut.

Erwin Rizaldi, Sekretaris Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Riau menyatakan kesiapan TRGD mendukung kerjasama antara BRG dengan P.T. CPI dalam upaya restorasi gambut di Provinsi Riau. ”Kerjasama ini membuktikan bahwa pihak pemerintah dan pihak swasta memiliki kepedulian yang sama besarnya terhadap kelestarian ekosistem gambut dan juga keberlangsungan hidup masyarakat Riau," Bebernya.

Sementara ltu, Vice President Operations and Maintenance P.T. Chevron Pacific Indonesia, Budianto Renyut, menjelaskan bahwa pihaknya sangat mendukung program pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Riau, melalui partisipasi dalam restorasi gambut.

"Hal ini sangat sejalan dengan nilai-nilai perusahaan yaitu untuk melindungl manusia dan lingkungan. Bagi kami, keselamatan bukanlah sekedar priorltas tertinggi tapl nilai yang mendasari seluruh pekerjaan dan aktivitas perusahaan,” ujarnya.

Menurutnya, ini juga merupakan bagian dari program investasi sosial perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

"Kami berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah, untuk menjaga kelestarian ekosistem gambut dan pendampingan masyarakat desa di Riau. Kami optimis, P.T. CPI dapat memperkuat restorasi gambut untuk mencapai target restorasi gambut hingga tahun 2020 di Riau," Paparnya.

Untuk diketahui, melalui Surat Keputusan Kepala Badan Restorasi Gambut Nomor SK.16/BRG/KPTS/201 tentang perubahan atas keputusan Kepala BRG nomor SK.05/BRG/KP13/2016 Tentang Penetapan Peta lndikatif Restorasi Gambut menetapkan bahwa target restorasi gambut di 7 provinsi saat ini menjadi 2.676.601. Di Provinsi Riau, luasan target restorasi gambut adalah 997.292 hektar yang terbagi pada kawasan lindung seluas 21.312 hektar, kawasan budidaya tidak berizin seluas 82.377 hektar dan kawasan budidaya berizin seluas 893.603 hektar dimana tanggung jawab restorasi berada pada pihak pemegang izin.

Dalam acara itu, turut hadir pula Bupati Bengkalis, Bupati Rohil, Kepala Dinas LHK, Kepala BBKSDA serta tamu undangan lainnya.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang