Kamis, 11 Juli 2019 11:24

FKPT Gelar Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa di Kampar

Cegah merebaknya aksi terorisme dan Radikalisme, FKPT gelar rembuk aparatur kelurahan dan desa di Kampar.

Riauterkini-PEKANBARU-Maraknya aksi terorisme yang didasari oleh paham radikalisme disebabkan informasi hoak membuat terjadinya perpecahan di kalangan masyarakat. Aksi aksi terorisme dan paham radikalisme didominasi oleh kalangan muda.

Hal itu diungkapkan Kepala Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Riau, Edy Yusti saat membuka acara Rembuk Aparatur Kelurahan dan Desa tentang Literasi Informasi di salah satu hotel berbintang di Kampar Kamis (11/7/19). Menurutnya, perlu ada pemberian pemahaman mengenai informasi yang benar dan tidak yang saat ini sangat mudah didapat dari media sosial.

"Pemahaman untuk memfilter informasi hoak mengenai terorisme dan radikalisme memang diawali dari lingkungan rumah. Orangtua sangat diharapkan menjadi filter bagi anak muda saat ini untuk perkembangan radikalisme dan aksi aksi terorisme dari media sosial," terangnya.

Menurutnya, acara yang ditujukan untuk aparat kelurahan dan desa diharapkan menularkan informasi kepada warga kelurahan dan desanya.

Kepala Seksi Pemulihan Sarana dan Peasarana Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Nurturyanto mengatakan bahwa terorisme dan radikalisme sudah menjadi perhatian dunia. Karena aksi terorisme selain menghadirkan rasa tidak aman dan nyaman bagi warga, juga seringkali membawa korban jiwa dan harta.

Untuk itu, tambahnya, ini tugas kita bersama untuk menghambat aksi terorisme dan radikalisme yang berawal dari informasi hoak yang berkembang di dunia maya.

"Kami memiliki program untuk penanggulangan terorisme dan radikalisme mulai dari sumber aksi, aksi terorisme hingga menangani korban terorisme. FKPT merupakan wujud dari aksi masyarakat bawah dalam upaya penanggulangan aksi aksi terorisme," terangnya.

Untuk menghadapi aksi terorisme dan radikalisme harus dihadapi bersama. Dengan negara dan masyarakat yang kuat, secara bersama untuk menghadapi aksi terorisme. Sehingga, akan dapat menghambat perkembangan aksi terorisme dan paham radikalisme di Indonesia.

"Mari kita jadikan aksi terorisme dan paham radikalisme menjadi musuh bersama dengan bersama sama memeranginya," ajaknya.*(H-we)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang