Rabu, 10 Juli 2019 10:11

Pengajuan tak Masuk e-Planning, Distan Bengkalis Gagal Realisasikan Usulan Bantuan ke Petani

Dinas Pertanian Bengkalis tak bisa merealisasikan bantuan untuk petani. Dampak pengajuan tak masuk e-Planning.

Riauterkini-BENGKALIS- Prosedur penerimaan bantuan dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkalis seperti bantuan bibit, pupuk hingga pestisida untuk pengendalian hama tanaman harus melalui tahapan dan untuk diketahui oleh masyarakat petani atau kelompok tani di daerah ini. 

Seperti usulan yang diajukan harus melalui proposal yang disampaikan dan diserahkan serta tercatat dalam kurun waktu setahun yang lampau, umpamanya, untuk penerima di tahun 2019 proposal harus sudah masuk sejak 2017 melalui usulan desa dan masuk dalam perencanaan elektronik atau e-planning.

"Bantuan-bantuan ke petani dari APBD semuanya harus masuk e-planning, yang dimulai usulan dari desa sampai ke kecamatan, dan di kecamatan inilah yang selanjutnya ke kabupaten," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distan Kabupaten Bengkalis, Supardi, S.Sos, M.H, melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH), Novarianti, SP kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/7/19) pagi.

Dijelaskan ASN perempuan yang akrab disapa Nova ini, sedangkan untuk bantuan APBD tahun 2020 mendatang, proposal yang disampaikan ke Distan paling lama April 2019 lalu.

  "Jika dicermati, bahwa usulan untuk tahun 2020 mendatang yang disampaikan kelompok tani, proposal yang masuk itu ternyata antara e-planning tidak cocok atau tidak sinkron. Nah, ini menjadi kendala karena ketidakcocokan," kata Nova lagi.

Kenapa bisa begitu? Menurut Nova bahwa usulan itu tidak melalui proposal tidak diplotkan dari bawah, seperti melalui desa, selanjutnya kecamatan. Jika sudah masuk dalam e-planning kemudian diajukan proposal ke Distan baru bisa ditindaklanjuti.

"Jadi proposal yang masuk ke Distan juga harus masuk ke e-planning sehingga bisa sinkron. Banyak bantuan yang diajukan kelompok petani tetapi sayangnya tidak cocok dengan di e-planning. Bantuan-bantuan ke petani ini Distan Bengkalis selain dari APBD kabupaten juga berusaha untuk memperoleh alokasi dari APBN maupun dari APBD provinsi," ujarnya lagi.

Oleh karena itu seperti untuk tahun 2020 antara proposal yang masuk ke Distan dan e-planning tidak sama, sehingga usulan yang diajukan ke Distan tidak akan direalisasikan.

Lanjut Nova, terkait proposal yang harus disampaikan dan masuk ke e-planning atau mengikuti prosedur itu menurutnya sudah dilakukan sosialisasi ke masyarakat melalui kecamatan dan setiap kesempatan dalam pertemuan.

"Petani rata-rata bantuan yang diajukan adalah benih, pupuk dan pestisida tapi kalau untuk bantuan benih seperti jagung, padi disalurkan melalui alokasi dana APBN seperti tahun sebelumnya dan kalau untuk benih ini masyarakat masih menerima. Untuk pupuk kita menganjurkan masyarakat untuk membeli pupuk yang sudah disubsidi oleh pemerintah melalui kelompok tani yang sudah menyusun RDKK atau rencana definitif kebutuhan kelompok," imbuhnya.***(dik)

Foto : Novarianti, SP, Kabid TPH Distan Kabupaten Bengkalis


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang