Selasa, 9 Juli 2019 14:28

Dua Warga Bengkalis Penyandang Disabilitas Ikuti 'Kuliah' Khusus

Dua warga Bengkalis penyandang disabilitas yaitu hanya memiliki satu tangan, mengikuti kegiatan 'kuliah' khusus keahlian di luar Provinsi Riau.

Riauterkini-BENGKALIS- Dua warga Bengkalis penyandang disabilitas yang memiliki satu tangan mengikuti kegiatan 'kuliah' khusus keahlian di luar Provinsi Riau.

Program 'kuliah' ini difasilitasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis bekerja sama dua yayasan berbeda, yang berada di Cibinong, Bogor, Jawa Barat dan di Panti Sosial Bina Daksa Budi Perkasa, Palembang.

Dua warga yang 'dikuliahkan' tersebut atas nama, Sandi Saputra (19), laki-laki, berdomisili di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, dengan kondisi keterbatasan tangan sebelah kanan, dan Masithoh Kurnia Sari (23), perempuan berdomisili di Jalan Wonosari Tengah Gang Bangdes, Desa Wonosari, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Untuk pelatihan keahlian yang dikirim ke Cibinong, Bogor, penyandang disabilitas akan mengikuti perkuliahan selama kurang lebih setahun berupa pendidikan komputer, sejak Februari lalu sudah berjalan. Sedangkan untuk satu peserta yang ikut di Palembang, dibekali pendidikan dan pelatihan (Diklat) menjahit selama kurang lebih enam bulan, dimulai sejak Juli 2019 ini.

Kepala Dinsos Kabupaten Bengkalis, Dra. Hj. Martini, MH melalui Kepala Seksi Rahibilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, Bambang Siswanto mengatakan, bahwa program mengirimkan penyandang disabilitas untuk menimba ilmu serta keahlian ini, diharapkan mampu berdayaguna untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan diri mereka.

"Agar tidak minder meskipun sebagai penyandang disabilitas seperti kekurangan pada tangan. Setelah memperoleh keahlian tertentu bisa melaksanakan fungsi sosialnya, mampu berkreatifitas dan berdayaguna bagi diri sendiri, keluarga serta masyarakat," ungkap Bambang, Selasa (9/7/19) siang.

Menurut Bambang, program tersebut diberikan bagi warga penyandang yang memenuhi ketentuan khusus terutama disabilitas yang nyata dan masih potensial untuk mandiri dan berkeinginan untuk maju.

"Untuk khusus program ini, in syaa Alloh Dinsos Bengkalis akan terus ajukan terutama bagi penyandang yang mau untuk mengikutinya," katanya lagi.

Terkait biaya, untuk pendamping difasilitasi Dinsos, sedangkan untuk penerima manfaat (PM) awalnya akan dibiayai oleh Dinsos dan akan digantikan oleh yayasan, tempat peserta mengikuti program. Setelah lulus peserta yang berprestasi, juga berkesempatan bekerja di perusahaan karena yayasan tempat peserta sudah bekerja sama dengan pihak swasta.

"Pemkab Bengkalis melalui Dinsos membantu peserta untuk setiap bulannya disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Sejak tahun anggaran (TA) 2017-2019 ini jumlah penyandang yang dikirim untuk ikut pelatihan khusus difasilitasi Dinsos Bengkalis sudah mencapai 5 orang," terangnya seraya menambahkan, salah satu peserta yang ikut pada 2018 lalu diinformasikan sudah bekerja di salah satu perusahaan di Cibinong, Jawa Barat.***(dik)

Foto : Salah satu warga Bengkalis, Sandi Saputra (lingkar merah), penyandang disabilitas ikuti kegiatan 'kuliah' keahlian komputer di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang