Rabu, 26 Juni 2019 16:37

Korupsi, Tiga ASN Pemkab Inhu Ditahan Kejari

tiga ASN Inhu ditahan pihak Kejari Inhu. Mereka diduga terlibat kasus tipikor honor pendampingan desa dan dana transportasinya.

Riauterkini-RENGAT-Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu, atas dugaan korupsi honor tenaga pendamping desa dan dana transportasi pendamping desa dengan kerugian mencapai Rp 1.939.950.000. Satu dari tersangka hanya dikenakan tahanan kota, akibat sakit yang diderita.

Penahanan terhadap tiga ASN Pemkab Inhu dengan inisial SR mantan Kepala BPMD Kabupaten Inhu yang saat ini menjabat asisten ekonomi pembangunan Pemkab Inhu, SB mantan Sekretaris BPMD Kabupaten Inhu dan BRN selaku pejabat pelaksanaan teknis kegiatan. Setelah dilimpahkan Polres Inhu, disampaikan Kajari Inhu Hayin Suhikto, Selasa (25/6/19) bertempat di Kejari Inhu.

"Setelah dilimpahkan pihak Polres Inhu, terhadap ketiga tersangka ini langsung dilakukan penahanan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, terhadap tersangka berinisial SRN hanya dikenakan tahanan kota, sementara untuk dua tersangka lainya yakni SB dan BRN ditahan di Rutan kelas IIB Rengat untuk 20 hari kedepan," ujarnya.

Diungkapkan Kejari Inhu Hayin Suhikto, pertimbangan untuk dikenakan nya tahanan kota terhadap tersangka SR semata-mata hanya pertimbangan kemanusiaan berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan dokter Reza Riandes dari RSUD Indrasari dimana yang bersangkutan menderita penyakit ginjal stadium tiga, diabetes melitus dan hipertensi.

"Atas pertimbangan kemanusiaan berdasarkan pemeriksaan medis, tersangka SR ini dikenakan tahanan kota. Jadi tahanan kota ini semata-mata hanya pertimbangan kemanusiaan berdasarkan pemeriksaan medis tersebut saja. Bukan ada indikasi lainya," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, tiga ASN yang ditahan Kejari Inhu ini dilakukan setelah melalui proses panjang pemeriksaan atas dugaan korupsi honor tenaga pendamping desa dan dana transportasi pendamping desa serta Usaha Ekonomi Desa (UED) Simpan Pinjam (SP) berprestasi dan transportasi pengelola UED SP BPMD Inhu tahun anggaran 2012, 2013 dan 2014 lalu. Dimana berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan dan audit akibat kasus dugaan korupsi itu, kerugian negara mencapai Rp 1.939.950.000. *** (guh)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang