Rabu, 26 Juni 2019 15:38

Bertema "Kampanye Akbar Stop Narkoba", BNNP Riau Taja Peringatan HANI 2019

Puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 digelar BNNP Riau di Aula Brimob di Jalan KH. Ahmad Dahlan Pekanbaru. Gelaran ini mengusung tema Kampanye Akbar Stop Narkoba.

Riauterkini - PEKANBARU - Selain dihadiri langsung oleh Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo gelaran ini juga turut dihadiri Gubernur Riau, Syamsuar. Hadir pula segenap tamu undangan dari berbagai instansi yang ada di Riau.

Kepada riauterkini.com, Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo menjelaskan gelaran ini merupakan salah satu upaya untuk kembali mengobarkan semngat anti narkoba diseluruh lini masyarakat.

"Untuk memperingati HANI 2019 kita telah laksanakan berbagai gelaran, mulai dari kegiatan sifat kemanusian, mulai dari kunjungan ke panti asuhan, pondok pesantren yang memang membutuhkan uluran tangan. Kita juga mengajak kaum millenial untuk mengajak lingkungan keluarga, bebas narkoba dengan menulis artikel bertema Millenial Bebas Narkoba Menuju Indonesia Emas," Paparnya.

Selain itu, Untung juga memaparkan bahwa pigaknya juga telah tindakan pemberantasan guna mempwrkecil peredaran narkoba di Riau. Seperri pigaknya telah berhasil melakukan pengungkapan sebanyak 16 Laporan Kejadian Narkoba (LKN). Dari kasus ini pohaknya berhasil menyita hampir 70 kilogram sabu dan 26 ribu butir pil ekstasi. Untuk tersangka sebanyak 31 orang. Dimana sebagian sudah di vonis dan sebagian masih dalam penyelidikan sepanjang 2019 ini.

"Riau masuk dalam 10 besar wilayah rawan narkoba. Bahkan menduduki peringkat ke-7 dari 34 provinsi yang ada. Hingga saat ini tercatat 1,87 persen atau sebanyak 132.240 orang warga Riau terpapar narkoba," Bebernya.

Meski begitu lanjut Untung, narkoba bukan berarti di produksi di Riau. Mayoritas barang haram tersebut datang dari China melalui Malaysia dan masuk ke Riau lewat jalur tikus yang masih banyak terdapat di pesisir Riau.

Dari pemetaan yang telah dilakukan BNNP Riau ada beberapa wilayah yang menjadi sorotan pohaknya di Riau. Semuanya merupakan daeeah pesisir. Seperti, Bengkalis, Dumai, Meranti dan Tembilahan. "Masih banyak jalur tikus yang digunakan para pelaku untuk memasukkan narkoba ke Riau. Untuk itu, saat ini kita tengah galakkan untuk membentuk relawan dari masyarakat setempat. Sehingga monitoring wilayah pesisir tersebut lebih maksimal," Terangnya.

Disamping itu, Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan peringatan HANI ini diharapkan menjadi gerakkan bersama untuk memerangi narkoba di Bumi Lancang Kuning. "Kita prihatin dengan Riau masuk dalam 10 besar wikayah rawan narkoba. Untuk itu membantu kembali membersihakan nama baik Riau kita saat ini tengah menyusun tim terpadu dalam membantu pemberantasan narkoba di Riau. Tim ini merupakan koordinasi dari semua lini, bahkan hingga wikayah masyarakat. Jadi, membantu BNNP Riau dan pihak kepolisian dalam mempersempit ruang gerak pelaku narkoba ini," Paparnya.

Bukan hanya itu, setelah BNNP Riau aktif melakukan tes urine di berbagai instansi pemerintahan, Syamsuar saat ini juga telah siapkan untuk melakukanbtes urine di wilayah pemprov Riau. "Benar, namun memang waktunya masih kita rahasiakan agar hasilnya maksimal," Tutupnya.***(rul)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang