Selasa, 25 Juni 2019 21:01

Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat

PT Mitra Unggul Perkasa jelaskan alasan perusahaan tidak dapat menerima TBS masyarakat. Mesin PKS mengalami kendala teknis.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Manajemen PT Mitra Unggul Perkasa (MUP) berterus terang terjadi kendala teknis terhadap mesin Pabrik Kelapa Sawit (PKS) miliknya, yang beroperasi di desa Penarikan kecamatan Langgam, terhitung sejak 12 Juni 2019 lalu.

Kondisi ini praktis berimbas kepada penumpukan Tandan Buas Segar (TBS), sehingga menyebabkan penundaan penerimaan buah sawit dari masyakarakat.

Hal ini ditegaskan dengan rilis yang diterima Riauterkini.com, dari Manager Humas PT MUP Ahmad Taufik, SH, Selasa (25/6/19), malam sekaligus mengklarifikasi, pemberitaan diposting sebelumnya.

Dalam rilis tersebut, mengatakan sebagai perusahaan yang mengoperasikan PKS mendapatkan pasokan TBS dari kebun inti milik perusahaan juga dari mitra petani yang diatur penerimaan pasokannya, sesuai ketentuan perusahaan.

Berkaitan dengan tidak diterima pasokan, TBS dari masyarakat dalam beberapa hari terakhir ini, perlu diberitahukan bahwa PKS yang berlokasi di desa Penarikan, mengalami kendala teknis sejak tanggal 12 Juni lalu dan telah dilakukan perbaikan namun masih belum sempurna yang menyebabkan pabrik tidak bisa optimal.

Sehubungan dengang kondisi tersebut, pihak perusahaan telah memberitahukan kepada mitra kami/pemasok TBS, bahwa untuk sementara terdapat penundaan penerimaan TBS hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Pemberitahuan ini disampaikan dengan pengumuman tertulis di Pos keamanan serta menghubungi secara langsung kepada koordinator lapangan pemasok TBS, terkait penundaan penerimaan pasokan.

Saat ini, ditandas rilis yang ditulis Ahmad Taufik, proses optimalisasi operasional pabrik terus dilakukan agar kembali normal dan pada tanggal 27 Juni 2019 mendatang pasokan diperkirakan kembali normal seperti sedia kala.***(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang