Selasa, 25 Juni 2019 11:39

APKASINDO Pelalawan Sayangkan PT MUP Tolak Beli TBS Masyarakat

PT MUP menolak membeli TBS sawit masyarakat. Langkah tersebut disesalkan APKASINDO Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) kabupaten Pelalawan angkat bicara. Hal tersebut menyusul penolakan pembelian Tandan Buah Sawit (TBS) masyarakat desa Gondai dan Penarikan kecamatan Langgam yang dilakukan mendadak oleh PT Mitra Unggulan Kelapa (MUP).

"Penolakan pembelian TBS secara mendadak yang dilakukan PT MUP, sangat kita sayangkan. Kondisi ini tentu berdampak buruk bagi perekomian masyarakat setempat," terang ketua APKASINDO kabupaten Pelalawan, Jufri, SE, Selasa (25/6/19).

Penolakan pembelian TBS dari luar khususnya, buah masyarakat kata Jufri tentu berbenturan dengan perjanjian awal ketika beroperasinya, sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) disebuah daerah.

"Kan dari awal itu, sudah ada perjanjian sebagai satu syarat pendirian PKS, beberapa persen harus ketersediaan TBS dari luar baik itu melalui pola kemitraan," terang Jufri.

Ia menilai, penolakan pembelian TBS dari luar yang dilakukan PT MUP saat ini, akal-akalan semata. "Kita dapat info, saat ini TBS dari kebun inti dia, sedang banjir, paska liburan lebaran," kata dia seraya meminta manajemen PT MUP untuk menampung pembelian TBS masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat desa Gondai dan Penarikan kecamatan Langgam dibuat tak tenang oleh sikap manajemen PT Mitra Unggulan Perkasa (MUP). Pasalnya, saat ini grup perusahaan Asian Agri tersebut tidak lagi mau membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari luar.

Padahal, keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT MUP ini, beroperasi di desa Penarikan. Akibat dari kejadian ini, membikin TBS milik masyarakat terlantar dan membusuk dan tidak tahu mau dijual kemana.

"Sebelumnya, tak ada masalah, tapi tiba-tiba akhir-akhir ini manajemen PT MUP tidak mau membeli buah sawit dari luar, termasuk TBS berasal dari kebun masyarakat di desa Gondai dan Penarikan," terang Yendrianto, tokoh pemuda desa Gondai kecamatan Gondai, Selasa (25/6/19).

Imbas dari kebijakan ini, kata Yendrianto, membuat masyarakat menderita. Ekonomi masyarakat saat ini sebutnya, terancam.

"Banyak buah masyarakat terlantar dan busuk, padahal ini salah satu mata pencarian masyakarakat untuk membiayai kebutuhan," bebernya.

Apalagi sambungnya, sehabis lebaran tahun ini kebutuhan masyarakat meningkat, ditambah lagi pada saat bersamaan disambut dengan dengan tahun ajaran baru sekolah. Biaya kebutuhan hidup kian meningkat.

"Bayangkan, betapa menderitanya, masyarakat lantaran sawit mereka tidak bisa dijual," tandasnya.

Ditempat terpisah Humas PT MUP Taufik menyebutkan penyebab penolakan, pembelian TBS dari luar, lantaran mesin PKS mereka saat ini dalam kondisi rusak.

"Infonya, mesin PKS kita kondisi rusak, jadi berimbas kepada penumpukan TBS, untuk lengkapnya, infonya saya telpon dulu orang pabrik," kata Taufik seraya berjanji beberapa jam kemudian bakal merilis resmi terkait masalah penolakan pembelian TBS ini.***(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang