Senin, 24 Juni 2019 17:06

Fakta-Fakta Terbaru Terungkap pada Sidang Pidana Pemilu Pelalawan

PN Pelalawan menggelar sidang perdana pemilu yang melibatkan Ketua PPK Pangkalan Kuras sebagai terdakwanya. Sejumlah fakta baru terungkap dalam sidang itu.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Fakta-fakta terbaru terungkap pada sidang Pidana Pemilu yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan yang melibatkan ketua Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Pangkalan Kuras, Sugeng sebagai terdakwa, Senin (24/6/19).

Faktanya, antara lain dikemukan dua orang Caleg berbeda Partai yakni, Abdul Muzakir dari Partai Golkar dan Abdul Nasib dari Partai Gerindra.

Misalnya, Abdul Muzakir menyebutkan, penambahan suara antar Caleg di Partai Golkar daerah pemilihan IV Pelalawan yang dilakukan terdakwa Sugeng, dimotivasi unsur sakit hati terhadap dirinya. Dimana Sugeng tidak menginginkan lagi Abdul Muzakir sebagai Caleg incubent terpilih kembali pada periode berikutnya.

"Ya intinya, saudara terdakwa tak ingin saya lagi duduk kembali, makanya berinisiatif menambahkan suara ke caleg lainnya, dengan modus mengalihkan suara masing-masing Caleg dan saya waktu pleno di tingkat PPK kalah," tutur Abdul Muzakir dihadapan ketua majelis hakim yang dipimpin, Melinda Aritonang, SH, MH didampingi dua hakim lainnya, Nurahmi, SH dan Joko Sucipto, SH, MH. Pernyataan yang sedikit menggelikan, disampaikan Abdul Muzakir motivasi lain terdakwa Sugeng tidak menginginkan duduk kembali, lantaran dirinya ketika jadi DPRD tidak bisa membangunkan jalan didepan rumah terdakwa.

"Sesungguhnya, jalan menuju rumah terdakwa tersebut sudah diperjuangkan, akan tetapi ketika dibangun ada sengketa, sehingga jalan ini dialihkan ditempat lain," tukas Abdul Muzakir mengaku masih bertetangga dengan terdakwa Sugeng. Sementara saksi kunci Abdul Nasib dari Partai Gerindra memberikan keterangan berbeda atas motivasi terdakwa Sugeng sehingga menyebabkan dirinya tumbang waktu rapat pleno ditingkat PPK.

Kata dia motivasi terdakwa sebut Abdul Nasib adalah untuk membantu memulangkan modal kampanye Celeg Partai Gerindra nomor urut dua ke Caleg nomor tiga. "Pengakuan terdakwa, adalah membantu memulang dana kampanye caleg nomor urut dua dan suaranya dialihkan ke caleg nomor urut tiga," pungkas Abdul Nasib.

Bertindak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pelalawan pada sidang perdana Pidana Pemilu ini, Marthalius, SH, dan Nofwandi, SH. Hadir juga 6 saksi lainnya, diantaranya ketua Bawaslu Pelalawan Mubrur.***(feb)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang