Sabtu, 22 Juni 2019 13:48

Harga Sawit di Bawah 1000 Petani di Kuansing Menjerit

Petani sawit di Kuansing kini mengalami kondisi tersulit karena turun drastisnya harga komoditi itu.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kalangan petani sawit di Kuansing, kembali merasakan kondisi tersulit akibat harga sawit yang merosot, dimana harga perkilonya hanya berada di bawah angka 1000 rupiah.

"Pengepul membeli ke kita hanya 750 rupiah per kilonya, harga ini jauh dari harapan," ujar Uhar, salah seorang petani sawit, Sabtu (22/6/2019) kepada riauterkini.com.

Sebelumnya, kata Uhar harganya masih mending karena per kilonya bisa mencapai 1200 dibeli pengepul kepada petani.

Menurutnya, harga sawit tidak pernah stabil. Kalaupun naik itu tidak bertahan lama dan selalu turun naik, harga yang ada saat ini katanya sangat menyulitkan bagi petani.

"Kalau sawit hanya sekitar 1 Ha itu sudah habis untuk biaya pupuk, belum lagi biaya panen jika mengupah pada orang lain," gerutuh Uhar.

Uhar berharap, pihak pemerintah bisa mencarikan solusi lain disaat harga sawit anjlok, setidaknya kata dia ada badan usaha milik daerah ataupun Koperasi yang bisa mengatasi persoalan ini.

"Langkah ini, menurut saya perlu dilakukan pemerintah, karena mayoritas masyarakat kita bertani, saya rasa itu nantinya akan bisa membantu petani," harapnya.

Ia mencontohkan di daerah lain, disaat harga sawit anjlok petaninya masih bisa bernafas lega, karena harga bisa stabil, kalaupun harga dunia turun dampaknya ke petani tidak seberapa.

"Kalau harganya turun berdampaknya pada petani tidak terlalu signifikan, pokoknya di bawa la sedikit dari harga biasa. Contoh biasa per kilo 1300, jika harga turun masih diatas 1000 rupiah antara 1050 atau 1075,". sebutnya.* (Jok)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang