Rabu, 19 Juni 2019 12:51

Terjerat OTT, Dua Pegawai BPN Siak Dituntut Hukuman 14 Bulan Penjara

Dua pegawai BPN Siak dituntut hukuman 14 bulan penjara. Keduanya terjerat OTT suap.

Riauterkini-PEKANBARU-Silvia Dianita, Kasubsi Peralihan Hak Tanah di Badan Pertanahan Negera (BPN) Siak, dan  Yusni Herawati, selaku tenaga honorer BPN Siak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), karena melakukan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan sertifikat tanah. Dinyatakan jaksa terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum.

Atas perbuatannya, kedua wanita PNS dan tenaga honor itu dituntut hukuman pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan (14 bulan).

Amar tuntutan yang dijatuhkan jaksa penuntut umum (JPU) Wirawan Prabowo dan Endah pada sidang Tipikor di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Selasa (18/6/19) sore itu. Keduanya terbukti secara sah melanggar Pasal 12 huruf e Undang-undang  Nomor 20 Tahun 2001 tenrang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

" Menuntut kedua terdakwa masing masing dengan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan," tegas JPU dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH.

Dengan tuntutan jaksa penuntut tersebut, kedua terdakwa berencana akan mengajukan pembelaan pada sidang pekan depan.

Seperti diketahui, dua wanita pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak, Tertangkap tangan oleh tim satuan tugas pemberantasan pungutan liar (saber pungli) Menkopolhukam bersama tim saber pungli Kabupaten Siak pada Rabu (25/7/2018) sekitar pukul 14.45 WIB.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku uang tunai pecahan Rp 50.000 sebesar Rp 1,9 juta, satu buah tas selempang, rekaman CCTV, catatan-catatan pengurusan sertifikat tanah, dan 4 arsip warkah. Setelah terbukti, kedua pelaku diserahkan ke penegak hukum (Gakkum) saber pungli Polres Siak menjalani proses hukum.***(har)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang