Selasa, 18 Juni 2019 20:09

Polisi Investigasi Dugaan Perambahan Hutan Kerumutan Oleh PT RIA

Jajaran Polres Inhil pastikan lakukan investigasi dugaan perambahan hutan oleh PT RIA di areal Suaka Margasatwa Kerumutan. Pasca tewasnya pekerja perusahaan yang diterkam harimau.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Pihak kepolisian akan melakukan investigasi (penyelidikan, red) dugaan terjadinya tindak pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kegiatan operasional PT Riau Indo Agropalma (PT RIA) di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, atas perambahan kawasan hutan lindung Suaka Margasatwa Kerumutan.

Penegasan ini disampaikan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra SIK MH melaluI Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing SIK ketika dikonfirmasi riauterkinicom, Selasa (18/6/19).

"Ada pak, kita akan lakukan investigasi, " jawab Indra ketika menjawab pertanyaan riauterkinicom, apakah ada upaya polisi untuk menyelidiki dugaan terjadinya tindak pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam operasional PT RIA di areal Suaka Margasatwa Kerumutan. Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengatakan jika lokasi kejadian merupakan kantong harimau sumatera di lahan konsesi.

Sebelumnya, pasca tewasnya seorang pekerja PT RIA akibat diterkam harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae), Kamis (24/5/19) lalu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan kantong harimau Sumatera di lahan konsesi.

Bahkan, BBKSDA Riau saat itu langsung meminta PT RIA menghentikan aktifitasnya di lokasi kejadian, guna menghindari terjadinya serangan harimau tersebut terhadap para pekerja perusahaan HTI ini.

Kepala BBKSDA Riau Haryono menambahkan, harimau yang menyerang pekerja PT RIA itu berasal dari gugusan kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan. Itu memang habitatnya atau lokasi wilayah jelajah harimau Sumatera.

Sehingga mereka belum akan melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut, karena lokasi penyerangan merupakan habitatnya.

"Kawasan itu kan merupakan habitat harimau Sumatera, mau di evakuasi kemana lagi, kan daerah itu kawasan hutan," ujar Haryono, Selasa (28/5/19) di Pekanbaru.

Tim BBKSDA Riau yang turun ke lapangan hanya melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak dilakukan perburuan terhadap harimau.

Untuk diketahui, kawasan Suaka Margasawatwa Kerumutan ditetapkan sebagai kawasan lindung berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 350/Kpts/II/6/1979. Saat ditunjuk, luasnya sekitar 120.000.

Sedangkan Humas PT RIA, Mansyur membantah bahwa perusahaan mereka melakukan aktifitas di kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan yang merupakan kawasan hutan lindung.***(mar).


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang