Selasa, 18 Juni 2019 10:47

Sudah Jatuh Korban Jiwa, Harus Ada Jalan Alternatif Delima ke Soekarno-Hatta Saat Banjir

Jika hujan deras mengguyur, kawasan Delima Pekanbaru dikepung banjir. Harus ada jalan alternatif menuju Jalan Soekarno-Hatta. Jangan ada korban jiwa lagi.

Riauterkini-PEKANBARU- Yeni Rizki Pratiwi (27) meninggal dunia, Selasa (18/6/19) pagi. Pengantin akibat terjatuh dari sepeda motor bersama suaminya lalu terserer arus deras luapan parit Jalan Lokak Pekanbaru. Musibah itu harus jadi pelajaran bagi Pemko Pekanbaru. Warga mendesak ada jalan alternatif dari kawasan tersebut menuju Jalan Soekarno-Hatta, terutama saat banjir mengepung di musim penghujan.

"Jangan menunggu ada yang mati lagi. Pemko harus segera membikin jalan alternatif dari Delima ke Arengka. Kalau banjir begini kami tak bisa ke mana-mana," runtuk Iwan, warga Jalan Delima kepada riauterkini.

Hal senada disampaikan Yuli, warga Jalan Srikandi. Saat hujan deras seperti ini, warga Delima khususnya dan Panam secara umum bisa dibilang terkurung hujan. Jalan keluar dari kawasan tersebut semuanya terendam banjir.

Ada tiga jalur keluar kawasan Delima. Pertama lewat Jalan HR Soebrantas. Kondisi jalan protokol ini sangat parah. Genangan air menyerupai sungai. Ketinggian air bisa mendekati setengah meter. Banyak sepeda motor yang mogok akibat nekad menerobos banjir.

Jalur kedua via Jalan Srikandi menuju Jalan Tuanku Tambusai. Namun jalan ini juga selalu kebanjiran setiap hujan deras mengguyur.

Jalur ketiga di Jalan Lobak. Jalan ini ada lembah dengan parit. Luapan parit inilah yang hari ini menebar maut. Menjadi pemicu kematian Yeni. Menurut informasi sudah beberapa kali pengendara sepeda motor jatuh saat melintas genangan banjir, namun baru kali ini jatuh korban jiwa.

Baik Iwan maupun Yuli dan seluruh warga Delima lainnya mendesak ada jalan alternatif menuju Arengka. Jalannya sudah ada, yaitu jalan menuju kuburan yang tembus Jalan Seroja, Arengka.

"Jalannya sudah ada, namun kondisinya masih tanah. Sepeda motor yang lewat. Sesekali ada juga mobil yang lewat," ujar Ani, warga Arengka yang setiap hari antar ankanya sekolah di kawasan Delima.***(mad)


 

Loading...

 

BERITA TERKAIT :

 
riauterkini.com © 2003-2017 "Memantau Riau Detik Perdetik"
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang